Kebusukan Alkitab Indonesia di sini hanya menyangkut revisi-revisi terhadap kata atau kata-kata tertentu dari teks yang dapat dikatakan "mendekati orisinal" tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan para pengarang Alkitab yang sesungguhnya sehingga mengurangi nilai kesejarahan ayat-ayat tersebut, antara lain:
1. REVISI KITAB MATIUS:
2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazorea.
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "Orang Nazorea" menjadi "Orang Nazaret" tanpa dasar yang jelas)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi The Latin Vulgate (sebelum abad ke-15 M):
2:23 et veniens habitavit in civitate quae vocatur Nazareth ut adimpleretur quod dictum est per prophetas quoniam Nazareus vocabitur
Versi Greek Stephanos 1550 M:
2:23 kai elthon katokesen eis polin legomenen s=nazareth abt=nazaret opos plerothe to rethen dia ton propheton oti nazoraios klethesetai
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
2:23 And coming he dwelt in a city called Nazareth: that it might be fulfilled which was said by the prophets: That he shall be called a Nazarene.
Versi Wycliffe New Testament:
2:23 and cam, and dwelte in a citee, that ys clepid Nazareth, that is shulde be fulfillid, that was seid bi profetis, For he shal be clepid a Nazarey.
Versi New American Bible:
2:23 He went and dwelt in a town called Nazareth, so that what had been spoken through the prophets might be fulfilled, "He shall be called a Nazorean."
Versi New Revised Standard Version:
2:23 There he made his home in a town called Nazareth, so that what had been spoken through the prophets might be fulfilled, "He will be called a Nazorean."
Catatan:
Di antara dakwaan-dakwaan yang ditujukan terhadap Petrus, salah satunya menyebutkan "Yesus dari Nazaret" (Matius 26:71), dan satu lagi menyebutkan "Yesus, orang dari Nazaret" (Markus 14:67). Pernyataan pertama sebenarnya merupakan terjemahan yang salah-arah dari kata Yunani Nazorean (A. Stegemann H - 1998 B. Perjanjian Matius 2:23 C. Kee HC - 1971), sedangkan pernyataan kedua merupakan terjemahan yang salah-arah dari istilah Yunani Nazarene. Istilah Yunani Nazorean dan Nazarene merupakan transliterasi (Nazarenoi atau Nazoraios) dari kata bahasa Arama Nasren atau Nasraya, yang berarti para pemelihara. Pada gilirannya, kata bahasa Arama itu bisa ditelusuri kembali pada istilah Nazir dalam bahasa Ibrani, yang berarti suci, kudus, atau pemantang. Jika sekte-sekte dan subsekte-subsekte agama Yahudi pada abad pertama Masehi dijajarkan pada poros keagamaan, dimana kutub kiri mewakili liberalisme Yahudi, dan kutub kanan mewakili konservatisme religius, maka kaum Farisi akan berada di tengah-tengah, sedangkan kaum Essene dan Nazorea akan berada di ujung kanan.
Jadi, siapakah, dan apakah sebenarnya, orang-orang Nazorea itu? Sederhananya, mereka adalah kelompok yang sama yang dirujuk dalam perjanjian Lama sebagai orang-orang Nazarite atau Nazirite. Nazarite atau Nazorea adalah seseorang yang melaksanakan sumpah pemantangan dan kesetiaan penuh kepada Hukum Musa, dimana sumpah semacam ini bisa berlaku selama hidup atau untuk jangka waktu trertentu. Aturan-aturan khusus yang mengatur periode menjadi seorang Nazarite atau Nazorea disebutkan satu per satu dalam Kitab Bilangan 6:1-21 dalam Alkitab, tetapi tidak diulangi dalam bab ini. Namun demikian, dijelaskan bahwa orang-orang Nazarite atau Nazorea dicirikahasi dengan penolakan mereka untuk memotong rambut, dengan pemantangan mutlak terhadap alkohol dan seluruh minuman yang berasal dari anggur, dengan penolakan mutlak untuk berada dekat jenazah, dan sebagainya. Tokoh-tokoh alkitabiah termasyur yang diidentifikasi sebagai orang-orang Nazarite atau Nazorea antara lain : Samson (Hakim-hakim 13:1-24; 16:13-17); Samuel (1 Samuel 1:1-22); mungkin Yohanes (Yahya) Sang Pembaptis, mungkin juga James, imam pertama gereja Kristen di Yerusalem (Kisah Para Rasul 21:17-26); dan untuk sementara Paulus (Kisah Para Rasul 21:17-26). Namun demikian, penggambaran alkitabiah mengenai Yesus Kristus sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan penggambaran tentang seorang Nazorea, karena seorang Nazorea tidak akan pernah menerima apapun yang berasal dari buah anggur, dan tidak bisa mendekati Lazarus yang sudah meninggal, yang oleh Yesus, melalui kekuasaan Allah, konon dibangkitkan dari kematian (Yohanes 11:38-44).
Jadi, tidak ada hubungannya antara frasa "Orang Nazorea" (atau "Orang Nazarene") dengan kota Nazaret. Sekali lagi, orang-orang Nazorea adalah orang-orang yang memiliki keyakinan tertentu terhadap Hukum Musa yang para penganutnya tidak hanya ada di kota Nazaret, tetapi tersebar di seluruh wilayah Israel.
Lebih jauh, nubuat yang "dikutip" Matius tentang "Orang Nazorea" di atas, tidak ditemukan dalam naskah Perjanjian Lama. Singkatnya, Matius memiliki nubuat menyimpang yang "dikutip" yang sama sekali tidak ada! Kesalahan-kesalahan yang bertimbunan!
2. REVISI KITAB MATIUS:
19:16. Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
19:17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
19:16 Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: "Guru yang baik, perbuatan apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
19:17 Jawab Yesus: "Mengapa engkau memanggil-Ku Guru yang baik? Hanya Satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya.
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "Guru yang baik" menjadi "perbuatan baik" dan menghilangkan kata "Tuhan" yang merujuk kepada Allah, agar seolah-olah Yesus adalah Allah)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
19:16 And behold one came and said to him: Good master, what good shall I do that I may have life everlasting?
19:17 Who said to him: Why askest thou me concerning good? One is good, God. But if thou wilt enter into life, keep the commandments.
Versi King James 1611 M:
19:16 And, behold, one came and said unto him, Good Master, what good thing shall I do, that I may have eternal life?
19:17 And he said unto him, Why callest thou me good? there is none good but one, that is, God: but if thou wilt enter into life, keep the commandments.
3. REVISI KITAB MATIUS:
4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, yang dihuni orang-orang non Yahudi
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "yang dihuni orang-orang non Yahudi" menjadi "wilayah bangsa-bangsa lain" untuk mempersempit kontradiksi dengan ayat yang dikutip dan telah dimodifikasi oleh pengarang/penerjemah Matius dari Kitab Yesaya 9:1)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
4:15 Land of Zabulon and land of Nephthalim, the way of the sea beyond the Jordan, Galilee of the Gentiles:
Versi King James 1611 M:
The land of Zabulon, and the land of Nephthalim, by the way of the sea, beyond the Jordan, Galilee of the Gentiles;
Catatan:
Pengarang/penerjemah Matius membual bahwa misi kerasulan Yesus bukan hanya untuk orang-orang Israel atau Yahudi saja, tetapi juga untuk orang-orang dari bangsa-bangsa lain, karenanya, frasa "pelbagai umat" dalam teks Yesaya 9:1 yang menjadi rujukan Matius, diubah menjadi "orang-orang non Yahudi" dalam Matius 4:15. Selengkapnya, baca: Distorsi Matius 7.
4. REVISI KITAB MATIUS:
12:18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa
12:21 Dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
12:18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada orang-orang non Yahudi
12:21 Dan kepada-Nyalah orang-orang non Yahudi akan berharap."
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "orang-orang non Yahudi" menjadi "bangsa-bangsa" untuk mempersempit kontradiksi dengan ayat-ayat yang dikutip dan telah dimodifikasi oleh pengarang/penerjemah Matius dari Kitab Yesaya 42:1,4)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
12:18 Behold my servant whom I have chosen, my beloved in whom my soul hath been well pleased. I will put my spirit upon him, and he shall shew judgement to the Gentiles.
12:21 And in his name the Gentiles shall hope.
Versi King James 1611 M:
12:18 Behold my servant, whom I have chosen; my beloved, in whom my soul is well pleased: I will put my spirit upon him, and he shall shew judgement to the Gentiles.
12:21 And in his name shall the Gentiles trust.
Catatan:
Pengarang/penerjemah Matius membual bahwa misi kerasulan Yesus bukan hanya untuk orang-orang Israel atau Yahudi saja, tetapi juga untuk orang-orang dari bangsa-bangsa lain, karenanya, frasa "bangsa-bangsa" dan "segala pulau" dalam teks Yesaya 42:1,4 yang menjadi rujukan Matius, diubah menjadi "orang-orang non Yahudi" dalam Matius 12:18,21. Selengkapnya, baca: Distorsi Matius 10.
5. REVISI KITAB YOHANES:
2:4 Kata Yesus kepadanya (ibunya): "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
2:4 Kata Yesus kepadanya (ibunya): "Mau apakah engkau dari pada-Ku, perempuan? Saat-Ku belum tiba."
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata "perempuan" menjadi "ibu", agar lebih sopan)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
2:4 And Jesus saith to her: Woman, what is that to me and to thee? My hour is not yet come.
Versi King James 1611 M:
2:4 Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee? mine hour is not yet come.
6. REVISI KITAB 1 SAMUEL:
6:19. Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh tujuh puluh orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya.
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
6:19. Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh lima puluh ribu tujuh pulu orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya.
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah jumlah "50.070" menjadi "70" saja untuk mempersempit kontradiksi dengan Kitab Kejadian 8:21)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
6:19 But he slew of the men of Bethsames, because they had seen the ark of the Lord, and he slew of the people seventy men, and fifty thousand of the common people. And the people lamented, because the Lord had smitten the people with a great slaughter.
Versi King James 1611 M:
6:19 And he smote the men of Bethshemesh, because they had looked into the ark of the LORD, even he smote of the people fifty thousand and threescore and ten men: and the people lamented, because the LORD had smitten many of the people with a great slaughter.
7. REVISI KITAB 2 SAMUEL:
17:25 Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Ismael yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab.
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
17:25 Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Israel yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab.
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata "Israel" menjadi "Ismael" untuk menghilangkan kontradiksi dengan Kitab 1 Tawarikh 2:17)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi The Latin Vulgate (sebelum abad ke-15 M):
17:25 Amasam vero constituit Absalom pro Ioab super exercitum Amasa autem erat filius viri qui vocabatur Iethra de Hiesreli qui ingressus est ad Abigail filiam Naas sororem Sarviae quae fuit mater Ioab
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
17:25 Now Absalom appointed Amasa in Joab's stead over the army: and Amasa was the son of a man who was called Jethra, of Jezrael, who went in to Abigail the daughter of Naas, the sister of Sarvia who was the mother of Joab.
Versi King James 1611 M:
17:25 And Absalom made Amasa captain of the host instead of Joab: which Amasa was a man's son, whose name was Ithra an Israelite, that went in to Abigail the daughter of Nahash, sister to Zeruiah Joab's mother.
8. REVISI KITAB 2 SAMUEL:
24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau...
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tujuh tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau...
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata "tujuh" menjadi "tiga" untuk menghilangkan kontradiksi dengan Kitab 1 Tawarikh 21:12)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
24:13 And when Gad was come to David, he told him, saying: Either seven years of famine shall come to thee in thy land: or thou shalt...
Versi King James 1611 M:
24:13 So Gad came to David, and told him, and said unto him, Shall seven years of famine shall come to thee in thy land? or wilt thou...
9. REVISI KITAB LUKAS:
3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,
(Para penerjemah Alkitab Indonesia menambah frasa "menurut anggapan orang" untuk menciptakan persepsi baru bagi umat Kristen)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
3:23 And Jesus himself was beginning about the age of thirty years: being (as it was supposed) the son of Joseph, who was of Heli, who was of Mathat,
Versi King James 1611 M:
3:23 And Jesus himself began to be about thirty years of age, being (as was supposed) the son of Joseph, which was the son of Heli,
Catatan:
Kata-kata yang terdapat di dalam tanda kurung merupakan tambahan dari penerjemah!
10. REVISI KITAB LUKAS:
24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng dan sebuah sarang madu.
(Para penerjemah Alkitab Indonesia menghilangkan frasa "dan sebuah sarang madu" tanpa alasan yang jelas)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
24:42 And they offered him a piece of a broiled fish and a honeycomb.
Versi King James 1611 M:
24:42 And they gave him a piece of a broiled fish, and of an honeycomb.
11. REVISI KITAB 2 KORINTUS:
12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi--kamu katakan--dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.
(Para penerjemah Alkitab Indonesia menambah frasa "kamu katakan" untuk menciptakan persepsi baru bagi umat Kristen)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
12:16 But be it so: I did not burthen you: but being crafty, I caught you by guile.
Versi King James 1611 M:
12:16 But be it so, I did not burden you: nevertheless, being crafty, I caught you with guile.
12. REVISI KITAB YOHANES:
13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
13:13 Kamu menyebut Aku kepala (guru) dan tuan, dan katamu itu tepat, sebab begitulah Aku.
13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah tuan dan kepala (guru)-mu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
(Para penerjemah Alkitab Indonesia menerjemahkan kata "lord" atau "master" sebagai "Tuhan" agar seolah-olah Yesus adalah Tuhan, padahal arti kata-kata tersebut bersifat relatif: kepala, tuan, pemimpin, redaktur, sri paduka raja, dan lain-lain)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
13:13 You call me Master and Lord. And you say well: for so I am.
13:14 If then I being your Lord and Master, have washed your feet; you also ought to wash one another?s feet.
Versi King James 1611 M:
13:13 Ye call me Master and Lord: and ye say well; for so I am.
13:14 If I then, your Lord and Master, have washed your feet; ye also ought to wash one another's feet.
Versi New American Bible:
13:13 You call me 'teacher' and 'master,' and rightly so, for indeed I am.
13:14 If I, therefore, the master and teacher, have washed your feet, you ought to wash one another's feet.
Catatan:
Kata "Lord" dalam Perjanjian Lama memang dapat diterjemahkan sebagai "Tuhan" atau "God", namun maknanya juga bisa bervariasi. Tetapi dalam konteks ini ia tidak tepat diterjemahkan sebagai "Tuhan". Sesungguhnya, terjemahan yang tepat untuk kata "Lord" dalam konteks ayat di atas adalah "tuan" bukan "Tuhan"! Bukti-buktinya dapat dilihat di bawah ini:
1 Petrus 3:6. sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya (his Lord). Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.
Mazmur 82:6. Aku sendiri telah berfirman: "Kamu (umat Israel) adalah Allah (God), dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.
Mazmur 110:1. Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN (Lord) kepada tuanku (my lord): "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."
Keluaran 7:1. Berfirmanlah TUHAN (Lord) kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah (God) bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.
Sekali lagi, Yesus adalah pemimpin/tuan, bukan Tuhan, hal ini dapat dibuktikan dengan pernyataan Yesus lainnya, yang sama-sama ditulis oleh penulis yang sama:
Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah (God) yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Yohanes 5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.
Jika Yesus adalah Tuhan, maka seharusnya pernyataan Yesus di atas adalah sebagai berikut:
Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa kamu (umat Israel) mengenal Aku, satu-satunya Allah (God) yang benar, dan mengenal Paulus Tarsus yang telah Aku utus.
Yohanes 5:30 Aku dapat berbuat apa saja dari diri-Ku sendiri, Aku menghakimi sesuai dengan apa yang kamu (umat Israel) kerjakan, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku berkehendak atas segala sesuatu dari diri-Ku sendiri.
[QS. 19:30. Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.]
Lebih jauh, dalam versi Alkitab Indonesia, seluruh kata "lord" yang menunjuk kepada Yesus, diterjemahkan sebagai "Tuhan". Benar-benar buat-buatan!
13. REVISI NAMA "ELOHIM" DAN "JAHWEH":
Dalam versi Alkitab Indonesia, seluruh kata "Elohim" dan "Jahweh" dalam Perjanjian Lama, masing-masing diterjemahkan sebagai "Allah" dan "Tuhan Allah" (atau "Tuhan" saja), padahal "Elohim" dan "Jahweh" adalah nama-nama Tuhan yang sebenarnya dari umat Yahudi Israel yang menunjukkan kekhasan dari suku-suku tertentu di Israel (Kerajaan Israel utara dan selatan). Mengapa seenaknya dirubah? Berikut contoh-contohnya:
Kitab Kejadian versi Alkitab Indonesia:
1:1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
2:4. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit,
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
1:1. Pada mulanya Elohim menciptakan langit dan bumi.
2:4. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika Tuhan Jahweh menjadikan bumi dan langit,
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi The Darby Translation:
2:4 These are the histories of the heavens and the earth, when they were created, in the day that Jehovah Elohim made earth and heavens,
Versi World English Bible:
2:4 This is the history of the generations of the heavens and of the earth when they were created, in the day that Yahweh God made earth and the heavens.
DAN LAIN SEBAGAINYA.
Begitu mudahnya firman Tuhan dalam Alkitab ditambah, dikurangi, dihilangkan, dan dirubah semaunya sendiri !!!
sumber : http://kristen.fastsit.com/Kebusukan_Alkitab_Ind.html
Assalamu alaykum warrohmatullahiwabarakatuh
Islam bangkitlah ...
Sabtu, 14 November 2009
Kebusukan Amerika Serikat dan Inggris Terungkap
Kebusukan Amerika Serikat dan Inggris Terungkap
Category: Other
KETIKA mencermati rentetan agresi militer yang dilakukan pemerintahan Bush dan Blair ke Irak terlihat mata rantai atau skenario yang berupa gerakan yang teratur. Dimulai dengan persiapan menyerang Irak yang telah direyakasa sejak tahun 1991. Ada suatu penundaan agresi dengan tampilnya Bill Clinton dan berhasil memegang supremasi administrasi Amerika Serikat selama delapan tahun.
Ketika masa Bill Clinton telah tertutup merujuk kepada konstitusi Amerika Serikat maka penundaan agresi ke Irak langsung berakhir. Dan terlihatlah suatu gerakan pemaksaan memenangkan George W. Bush Jr., untuk memegang supremasi administrasi Amerika Serikat yang diikuti oleh peristiwa aneh penghancuran gedung World Trade Center (WTC) di New York.
Proses ini berlanjut sedemikian rupa dengan tuduhan sepihak sebagai dalang penghancuran gedung WTC adalah Osama bin Laden dengan Al-Qaeda-nya; dan berlanjut juga dengan penghancuran negeri Afganistan dengan dalih Mullah Omar menyembunyikan Osama bin Laden. Setelah Afganistan diporakporandakan maka sasaran berikut adalah Irak dengan dalih Saddam Hussein telah memproduksi senjata penghancur massal. Ketika menghancurkan Afganistan terutama ketika mengagresi Irak yang terlihat sangat jelas adalah penghamburan rudal-rudal penjelajah yang berlebih-lebihan dan pengerahan mesin perang yang keterlaluan.
Ketika rudal-rudal telah berhamburan secara berlebih-lebihan dan dalam jumlah yang spektakuler dan tentara pendudukan Amerika Serikat, Inggris, dan sekutunya berhasil memasuki Irak, wajah Bush, Blair, dan kelompok pemikirnya bersinar cemerlang. Kelihatannya target utama telah tercapai. Armada perang langsung ditarik dari Timur Tengah dan kelihatannya gerakan pembangunan besar-besaran Irak sebagaimana diperkirakan oleh pengamat tertentu tidak diselenggarakan oleh administrasi Bush dan Blair. Justru rancangan yang divokalkan adalah suatu alasan baru untuk menyerang Suriah dan Irak dengan alasan klasik yaitu untuk menghancurkan gerakan teroris.
Saya tetap berusaha melihat proses gerakan Bush dari kacamata ilmu ekonomi dan ilmu politik yang struktural, jadi tidak melihatnya dalam bentuk gerakan yang situasional. Gerakan Bush menghancurkan Afganistan dan Irak adalah suatu skenario murahan dalam usaha memperoleh keuntungan.
Yang beruntung dalam kedua penyerbuan militer besar-besaran tersebut hanya terbatas industri skala raksasa yang memproduksi rudal-rudal penjelajah serta rekan-rekan bisnisnya yang berperan dalam proses industri skala raksasa tersebut. Industri skala raksasa model ini dan seluruh kegiatan industri skala raksasa yang digerakkan oleh pemilik-pemilik kapital yang monopolistis tetap terancam kehancuran fatal, terutama industri mesin perang skala raksasa serta kaitan-kaitannya sudah pasti akan sulit mempertahankan supremasinya dalam hal perang besar tidak berlangsung. Proses ini adalah hal yang rasional dan bukan suatu spekulasi dan adalah dalam hukum permintaan dan penawaran. Justru penawaran dalam hal tidak disertai oleh permintaan, yang melakukan penawaran akan terpuruk.
Ketika konsep liberalisme ortodoks sedemikian rupa berusaha membatasi intervensi administrasi negara terhadap pasar justru John Maynard Keynes menciptakan konsep yang dalam masa tertentu justru administrasi negara berperan memicu pergerakan pasar dengan menciptakan permintaan. Sungguh sangat sulit bagi Amerika Serikat dalam kondisinya sebagai pemilik kapital skala raksasa yang masih mendominasi perekonomian, terlepas dari proses intervensi atau permainan dari pemilik kapital skala raksasa dimaksud.
Merujuk kepada perkembangan kehidupan global saat ini, kekuatan-kekuatan demokratis dan yang antiperang telah sedemikian meluas termasuk di negara Amerika Serikat, gerakan mentah-mentahan berbau fasisme sebagaimana diterapkan oleh Hitler dan Mussolini pada masa pra dan klimaks perang dunia kedua tidak dapat dilakukan lagi. Dan oleh karena itu diperlukan rekayasa yang kelihatannya cantik dan masuk akal dengan kampanye bahaya terorisme, radikalisme agama tertentu, dan adanya poros setan.
Terorisme kejam dan radikalisme tertentu yang terjadi di berbagai kawasan menggambarkan perubahan "setan" ketika diruntuhkannya gedung WTC di New York yang mengakibatkan bentuk pembunuhan massal. Berkaitan dengan imej bahwa bangsa Amerika Serikat justru dikampanyekan menjadi bangsa satu-satunya yang memiliki kemampuan menjaga perdamaian, dan negeri Amerika Serikat yang aman tenteram, maka runtuhnya gedung WTC dimaksud menimbulkan kekuatan yang sangat besar. Momentum inilah yang menjadikan terciptanya sinergi di kalangan bagian terbanyak warga negara Amerika Serikat dan menciptakan kondisi warga negara AS yang siap membiayai suatu perang besar.
Hanya sekejap saja Bush, Blair, Howard, dan kroni-kroninya dapat menikmati kemenangannya meluluhlantakkan negeri Irak. Di medan Irak itu telah mulai terjadi serangan balik dari putra-putri Irak yang sedikit pun tidak menerima pendudukan Amerika Serikat, Inggris, dan sekutunya. Gerakan putra-putri Irak yang sangat menakutkan adalah operasi militer dengan cara gerilya. Kondisi berkembang semakin meluas dari satu hari ke hari berikutnya dan telah menewaskan sekira 150 personel tentara Amerika Serikat.
Serangan sporadis berakibat hilangnya rasa percaya diri tentara Amerika Serikat yang sudah pasti berakibat sangat jauh. Ketika laporan ini sampai kepada Bush, maka Bush telah berusaha meminta peran Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa agar membujuk negara-negara tertentu bersedia membantu tentara Amerika Serikat dan sekutunya dalam apa yang disebut proses menegakkan demokrasi di Irak. Ketakutan yang mencekam tentara Amerika Serikat yang bertugas di Irak serta pengaruhnya di kalangan warga negara AS sudah pasti menjadi serangan balik yang menghancurkan Bush, Blair, dan kroni-kroninya. Suatu babak baru telah mulai tercipta.
Hal tersebut adalah suatu serangan balik dari dalam negeri Irak. Serangan balik yang lebih dahsyat telah mulai berkembang dari dalam negeri Amerika Serikat dan Inggris. Diawali dari serangan keras dari pihak partai Demokrat AS terhadap Bush yang dituduh telah menyesatkan Amerika Serikat tentang apa yang direkayasa Bush tentang bahaya Irak. Yang sangat mengejutkan adalah serangan dari mantan Direktur Badan Intelijen Amerika Serikat (Stansfield Turner); bahwa administrasi Bush telah melakukan perbuatan sangat kotor yang merekayasa laporan intelijen yang palsu.
Serangan berlanjut dari Ketua Tim Pemeriksa Persenjataan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Hans Blix) yang sangat marah kepada Bush dengan administrasi ini dituduhnya sebagai haram jadah saja. Ketika Nelson Mandela merayakan hari lahirnya, satu hal yang diajukannya dengan tegas adalah tokoh besar ini tidak mau menerima Bush bila ingin menghadiri perayaannya.
Demikianlah sekelumit serangan yang menyerbu Bush yang juga dialami oleh rekannya Blair. Parlemen Inggris telah sedemikian rupa membongkar skandal Blair dengan Alstair Campbell yang merekayasa laporan intelijen tentang adanya projek senjata pemusnah massal yang dipimpin Saddam Hussein. Kendati Blair sedemikian rupa membantah persekongkolan tersebut, tokoh neofasis ini tidak berhasil membuktikan adanya projek senjata pemusnah massal dimaksud kendati antara AS dan Inggris telah dapat merajalela di seluruh kawasan Irak. Kemudian muncul lagi tokoh David Kelly yang menyatakan bahwa informasi intelijen tentang senjata pemusnah massal yang dipimpin Saddam Hussein hanyalah rekayasa busuk.
Tokoh ini kemudian meninggal setelah diwawancarai oleh parlemen Inggris dan kematiannya yang disebut adalah karena perbuatan membunuh dirinya sendiri sudah pasti akan menyeret Blair kepada tuduhan persekongkolan baru. Dalam usaha menciptakan pergaulan umat manusia yang harmonis dan untuk menegakkan wibawa Perserikatan Bangsa-Bangsa, bahwa terhadap Bush, Blair, Howard, dan kroni-kroninya sungguh diperlukan pemeriksaan internasional yang terbuka. Peran bagian terbanyak warga AS dan Inggris memiliki potensi sangat kuat untuk mewujudkan pemeriksaan internasional dimaksud. (E.S. Suyoto/pemerhati sosial politik)***
Category: Other
KETIKA mencermati rentetan agresi militer yang dilakukan pemerintahan Bush dan Blair ke Irak terlihat mata rantai atau skenario yang berupa gerakan yang teratur. Dimulai dengan persiapan menyerang Irak yang telah direyakasa sejak tahun 1991. Ada suatu penundaan agresi dengan tampilnya Bill Clinton dan berhasil memegang supremasi administrasi Amerika Serikat selama delapan tahun.
Ketika masa Bill Clinton telah tertutup merujuk kepada konstitusi Amerika Serikat maka penundaan agresi ke Irak langsung berakhir. Dan terlihatlah suatu gerakan pemaksaan memenangkan George W. Bush Jr., untuk memegang supremasi administrasi Amerika Serikat yang diikuti oleh peristiwa aneh penghancuran gedung World Trade Center (WTC) di New York.
Proses ini berlanjut sedemikian rupa dengan tuduhan sepihak sebagai dalang penghancuran gedung WTC adalah Osama bin Laden dengan Al-Qaeda-nya; dan berlanjut juga dengan penghancuran negeri Afganistan dengan dalih Mullah Omar menyembunyikan Osama bin Laden. Setelah Afganistan diporakporandakan maka sasaran berikut adalah Irak dengan dalih Saddam Hussein telah memproduksi senjata penghancur massal. Ketika menghancurkan Afganistan terutama ketika mengagresi Irak yang terlihat sangat jelas adalah penghamburan rudal-rudal penjelajah yang berlebih-lebihan dan pengerahan mesin perang yang keterlaluan.
Ketika rudal-rudal telah berhamburan secara berlebih-lebihan dan dalam jumlah yang spektakuler dan tentara pendudukan Amerika Serikat, Inggris, dan sekutunya berhasil memasuki Irak, wajah Bush, Blair, dan kelompok pemikirnya bersinar cemerlang. Kelihatannya target utama telah tercapai. Armada perang langsung ditarik dari Timur Tengah dan kelihatannya gerakan pembangunan besar-besaran Irak sebagaimana diperkirakan oleh pengamat tertentu tidak diselenggarakan oleh administrasi Bush dan Blair. Justru rancangan yang divokalkan adalah suatu alasan baru untuk menyerang Suriah dan Irak dengan alasan klasik yaitu untuk menghancurkan gerakan teroris.
Saya tetap berusaha melihat proses gerakan Bush dari kacamata ilmu ekonomi dan ilmu politik yang struktural, jadi tidak melihatnya dalam bentuk gerakan yang situasional. Gerakan Bush menghancurkan Afganistan dan Irak adalah suatu skenario murahan dalam usaha memperoleh keuntungan.
Yang beruntung dalam kedua penyerbuan militer besar-besaran tersebut hanya terbatas industri skala raksasa yang memproduksi rudal-rudal penjelajah serta rekan-rekan bisnisnya yang berperan dalam proses industri skala raksasa tersebut. Industri skala raksasa model ini dan seluruh kegiatan industri skala raksasa yang digerakkan oleh pemilik-pemilik kapital yang monopolistis tetap terancam kehancuran fatal, terutama industri mesin perang skala raksasa serta kaitan-kaitannya sudah pasti akan sulit mempertahankan supremasinya dalam hal perang besar tidak berlangsung. Proses ini adalah hal yang rasional dan bukan suatu spekulasi dan adalah dalam hukum permintaan dan penawaran. Justru penawaran dalam hal tidak disertai oleh permintaan, yang melakukan penawaran akan terpuruk.
Ketika konsep liberalisme ortodoks sedemikian rupa berusaha membatasi intervensi administrasi negara terhadap pasar justru John Maynard Keynes menciptakan konsep yang dalam masa tertentu justru administrasi negara berperan memicu pergerakan pasar dengan menciptakan permintaan. Sungguh sangat sulit bagi Amerika Serikat dalam kondisinya sebagai pemilik kapital skala raksasa yang masih mendominasi perekonomian, terlepas dari proses intervensi atau permainan dari pemilik kapital skala raksasa dimaksud.
Merujuk kepada perkembangan kehidupan global saat ini, kekuatan-kekuatan demokratis dan yang antiperang telah sedemikian meluas termasuk di negara Amerika Serikat, gerakan mentah-mentahan berbau fasisme sebagaimana diterapkan oleh Hitler dan Mussolini pada masa pra dan klimaks perang dunia kedua tidak dapat dilakukan lagi. Dan oleh karena itu diperlukan rekayasa yang kelihatannya cantik dan masuk akal dengan kampanye bahaya terorisme, radikalisme agama tertentu, dan adanya poros setan.
Terorisme kejam dan radikalisme tertentu yang terjadi di berbagai kawasan menggambarkan perubahan "setan" ketika diruntuhkannya gedung WTC di New York yang mengakibatkan bentuk pembunuhan massal. Berkaitan dengan imej bahwa bangsa Amerika Serikat justru dikampanyekan menjadi bangsa satu-satunya yang memiliki kemampuan menjaga perdamaian, dan negeri Amerika Serikat yang aman tenteram, maka runtuhnya gedung WTC dimaksud menimbulkan kekuatan yang sangat besar. Momentum inilah yang menjadikan terciptanya sinergi di kalangan bagian terbanyak warga negara Amerika Serikat dan menciptakan kondisi warga negara AS yang siap membiayai suatu perang besar.
Hanya sekejap saja Bush, Blair, Howard, dan kroni-kroninya dapat menikmati kemenangannya meluluhlantakkan negeri Irak. Di medan Irak itu telah mulai terjadi serangan balik dari putra-putri Irak yang sedikit pun tidak menerima pendudukan Amerika Serikat, Inggris, dan sekutunya. Gerakan putra-putri Irak yang sangat menakutkan adalah operasi militer dengan cara gerilya. Kondisi berkembang semakin meluas dari satu hari ke hari berikutnya dan telah menewaskan sekira 150 personel tentara Amerika Serikat.
Serangan sporadis berakibat hilangnya rasa percaya diri tentara Amerika Serikat yang sudah pasti berakibat sangat jauh. Ketika laporan ini sampai kepada Bush, maka Bush telah berusaha meminta peran Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa agar membujuk negara-negara tertentu bersedia membantu tentara Amerika Serikat dan sekutunya dalam apa yang disebut proses menegakkan demokrasi di Irak. Ketakutan yang mencekam tentara Amerika Serikat yang bertugas di Irak serta pengaruhnya di kalangan warga negara AS sudah pasti menjadi serangan balik yang menghancurkan Bush, Blair, dan kroni-kroninya. Suatu babak baru telah mulai tercipta.
Hal tersebut adalah suatu serangan balik dari dalam negeri Irak. Serangan balik yang lebih dahsyat telah mulai berkembang dari dalam negeri Amerika Serikat dan Inggris. Diawali dari serangan keras dari pihak partai Demokrat AS terhadap Bush yang dituduh telah menyesatkan Amerika Serikat tentang apa yang direkayasa Bush tentang bahaya Irak. Yang sangat mengejutkan adalah serangan dari mantan Direktur Badan Intelijen Amerika Serikat (Stansfield Turner); bahwa administrasi Bush telah melakukan perbuatan sangat kotor yang merekayasa laporan intelijen yang palsu.
Serangan berlanjut dari Ketua Tim Pemeriksa Persenjataan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Hans Blix) yang sangat marah kepada Bush dengan administrasi ini dituduhnya sebagai haram jadah saja. Ketika Nelson Mandela merayakan hari lahirnya, satu hal yang diajukannya dengan tegas adalah tokoh besar ini tidak mau menerima Bush bila ingin menghadiri perayaannya.
Demikianlah sekelumit serangan yang menyerbu Bush yang juga dialami oleh rekannya Blair. Parlemen Inggris telah sedemikian rupa membongkar skandal Blair dengan Alstair Campbell yang merekayasa laporan intelijen tentang adanya projek senjata pemusnah massal yang dipimpin Saddam Hussein. Kendati Blair sedemikian rupa membantah persekongkolan tersebut, tokoh neofasis ini tidak berhasil membuktikan adanya projek senjata pemusnah massal dimaksud kendati antara AS dan Inggris telah dapat merajalela di seluruh kawasan Irak. Kemudian muncul lagi tokoh David Kelly yang menyatakan bahwa informasi intelijen tentang senjata pemusnah massal yang dipimpin Saddam Hussein hanyalah rekayasa busuk.
Tokoh ini kemudian meninggal setelah diwawancarai oleh parlemen Inggris dan kematiannya yang disebut adalah karena perbuatan membunuh dirinya sendiri sudah pasti akan menyeret Blair kepada tuduhan persekongkolan baru. Dalam usaha menciptakan pergaulan umat manusia yang harmonis dan untuk menegakkan wibawa Perserikatan Bangsa-Bangsa, bahwa terhadap Bush, Blair, Howard, dan kroni-kroninya sungguh diperlukan pemeriksaan internasional yang terbuka. Peran bagian terbanyak warga AS dan Inggris memiliki potensi sangat kuat untuk mewujudkan pemeriksaan internasional dimaksud. (E.S. Suyoto/pemerhati sosial politik)***
Sejarah : Meluruskan sejarah Kapitan Ahmad `Pattimura’ Lussy
Sejarah : Meluruskan sejarah Kapitan Ahmad `Pattimura’ Lussy
Diarsipkan di bawah: Artikel, Kisah Islami, Mujahid, Pahlawan, Sejarah Indonesia — fisan @ 12:31 am
Sejarah Oleh : Redaksi 08 Jun 2004 – 9:00 am
Tokoh Muslim ini sebenarnya bernama Ahmad Lussy, tetapi dia lebih dikenaldengan Thomas Mattulessy yang identik Kristen.Inilah Salah satu contoh deislamisasi dan penghianatan kaum minor atassejarah pejuang Muslim di Maluku dan/atau Indonesia umumnya.
Nunu oliNunu seliNunu karipatuPatue karinunu
(Saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah beringin besar dansetiap beringin besar akan tumbang tapi beringin lain akan menggantinya(demikian pula) saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah batubesar dan setiap batu besar akan terguling tapi batu lain akanmenggantinya).
Ucapan-ucapan puitis yang penuh tamsil itu diucapkan oleh Kapitan AhmadLussy atau dikenal dengan sebutan Pattimura, pahlawan dari Maluku. Saat itu,16 Desember 1817, tali hukuman gantung telah terlilit di lehernya. Dariucapan-ucapannya, tampak bahwa Ahmad Lussy seorang patriot yang berjiwabesar. Dia tidak takut ancaman maut. Wataknya teguh, memiliki kepribadiandan harga diri di hadapan musuh. Ahmad Lussy juga tampak optimis.
Namun keberanian dan patriotisme Pattimura itu terdistorsi oleh penulisansejarah versi pemerintah. M Sapija, sejarawan yang pertama kali menulis bukutentang Pattimura, mengartikan ucapan di ujung maut itu dengan“Pattimura-Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura-Pattimuramuda akan bangkit”. Namun menurut M Nour Tawainella, juga seorang sejarawan,penafsiran Sapija itu tidak pas karena warna tata bahasa Indonesianyaterlalu modern dan berbeda dengan konteks budaya zaman itu.
Di bagian lain, Sapija menafsirkan, “Selamat tinggal saudara-saudara”, atau“Selamat tinggal tuang-tuang”. Inipun disanggah Tawainella. Sebab, ucapanseperti itu bukanlah tipikal Pattimura yang patriotik dan optimis.
Puncak kontroversi tentang siapa Pattimura adalah penyebutan Ahmad Lussydengan nama Thomas Mattulessy, dari nama seorang Muslim menjadi seorangKristen. Hebatnya, masyarakat lebih percaya kepada predikat Kristen itu,karena Maluku sering diidentikkan dengan Kristen.
Muslim TaatAhmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy, lahir di Hualoy,Seram Selatan (bukan Saparua seperti yang dikenal dalam sejarah versipemerintah). Ia bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang saat itudiperintah Sultan Abdurrahman. Raja ini dikenal pula dengan sebutan SultanKasimillah (Kazim Allah/Asisten Allah). Dalam bahasa Maluku disebutKasimiliali.
Menurut sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara, Pattimura adalah seorang Muslimyang taat. Selain keturunan bangsawan, ia juga seorang ulama. Data sejarahmenyebutkan bahwa pada masa itu semua pemimpin perang di kawasan Malukuadalah bangsawan atau ulama, atau keduanya.
Bandingkan dengan buku biografi Pattimura versi pemerintah yang pertama kaliterbit. M Sapija menulis, “Bahwa pahlawan Pattimura tergolong turunanbangsawan dan berasal dari Nusa Ina (Seram). Ayah beliau yang bernama AntoniMattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhirini adalah putra raja Sahulau. Sahulau bukan nama orang tetapi nama sebuahnegeri yang terletak dalam sebuah teluk di Seram Selatan”.
Ada kejanggalan dalam keterangan di atas. Sapija tidak menyebut Sahulau ituadalah kesultanan. Kemudian ada penipuan dengan menambahkan marga PattimuraMattulessy. Padahal di negeri Sahulau tidak ada marga Pattimura atauMattulessy. Di sana hanya ada marga Kasimiliali yang leluhur mereka adalahSultan Abdurrahman.
Jadi asal nama Pattimura dalam buku sejarah nasional adalah karangan dariSapija. Sedangkan Mattulessy bukanlah marga melainkan nama, yaitu AhmadLussy. Dan Thomas Mattulessy sebenarnya tidak pernah ada di dalam sejarahperjuangan rakyat Maluku.
Berbeda dengan Sapija, Mansyur Suryanegara berpendapat bahwa Pattimura itumarga yang masih ada sampai sekarang. Dan semua orang yang bermargaPattimura sekarang ini beragama Islam. Orang-orang tersebut mengaku ikutagama nenek moyang mereka yaitu Pattimura.
Masih menurut Mansyur, mayoritas kerajaan-kerajaan di Maluku adalah kerajaanIslam. Di antaranya adalah kerajaan Ambon, Herat, dan Jailolo. Begitubanyaknya kerajaan sehingga orang Arab menyebut kawasan ini dengan JaziratulMuluk (Negeri Raja-raja). Sebutan ini kelak dikenal dengan Maluku.
Mansyur pun tidak sependapat dengan Maluku dan Ambon yang sampai kinidiidentikkan dengan Kristen. Penulis buku Menemukan Sejarah (yang menjadibest seller) ini mengatakan, “Kalau dibilang Ambon itu lebih banyak Kristen,lihat saja dari udara (dari pesawat), banyak masjid atau banyak gereja.Kenyataannya, lebih banyak menara masjid daripada gereja.”
Sejarah tentang Pattimura yang ditulis M Sapija, dari sudut pandangantropologi juga kurang meyakinkan. Misalnya dalam melukiskan proses terjadiatau timbulnya seorang kapitan. Menurut Sapija, gelar kapitan adalahpemberian Belanda. Padahal tidak.
Leluhur bangsa ini, dari sudut sejarah dan antropologi, adalah homoreligiosa (makhluk agamis). Keyakinan mereka terhadap sesuatu kekuatan diluar jangkauan akal pikiran mereka, menimbulkan tafsiran yang sulit dicernarasio modern. Oleh sebab itu, tingkah laku sosialnya dikendalikankekuatan-kekuatan alam yang mereka takuti.
Jiwa mereka bersatu dengan kekuatan-kekuatan alam, kesaktian-kesaktiankhusus yang dimiliki seseorang. Kesaktian itu kemudian diterima sebagaisesuatu peristiwa yang mulia dan suci. Bila ia melekat pada seseorang, makaorang itu adalah lambang dari kekuatan mereka. Dia adalah pemimpin yangdianggap memiliki kharisma. Sifat-sifat itu melekat dan berprosesturun-temurun. Walaupun kemudian mereka sudah memeluk agama, namun secaragenealogis/silsilah/keturunan adalah turunan pemimpin atau kapitan. Darisinilah sebenarnya sebutan “kapitan” yang melekat pada diri Pattimura itubermula.
Perjuangan Kapitan Ahmad LussyPerlawanan rakyat Maluku terhadap pemerintahan kolonial Hindia Belandadisebabkan beberapa hal. Pertama, adanya kekhawatiran dan kecemasan rakyatakan timbulnya kembali kekejaman pemerintah seperti yang pernah dilakukanpada masa pemerintahan VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie). Kedua,Belanda menjalankan praktik-praktik lama yang dijalankan VOC, yaitu monopoliperdagangan dan pelayaran Hongi. Pelayaran Hongi adalah polisi laut yangmembabat pertanian hasil bumi yang tidak mau menjual kepada Belanda. Ketiga,rakyat dibebani berbagai kewajiban berat, seperti kewajiban kerja,penyerahan ikan asin, dendeng, dan kopi.
Akibat penderitaan itu maka rakyat Maluku bangkit mengangkat senjata. Padatahun 1817, perlawanan itu dikomandani oleh Kapitan Ahmad Lussy. Rakyatberhasil merebut Benteng Duurstede di Saparua. Bahkan residennya yangbernama Van den Bergh terbunuh. Perlawanan meluas ke Ambon, Seram, dantempat-tempat lainnya.
Perlawanan rakyat di bawah komando Kapitan Ahmad Lussy itu terekam dalamtradisi lisan Maluku yang dikenal dengan petatah-petitih. Tradisi lisan inijustru lebih bisa dipertanggung jawabkan daripada data tertulis dari Belandayang cenderung menyudutkan pahlawan Indonesia. Di antara petatah-petitih ituadalah sebagai berikut:
Yami PatasiwaYami PatalimaYami Yama’a Kapitan Mat LussyMatulu lalau hato SapambuineMa Parang kua KompaniaYami yama’a Kapitan Mat LussyIsa Nusa messeHario,Hario,Manu rusi’a yare uleu uleu `oManu yasamma yare uleu-uleu `oTalano utala yare uleu-uleu `oMelano lette tuttua murineYami malawan sua mena miyoYami malawan sua muri neyo(Kami PatasiwaKami PatalimaKami semua dipimpin Kapitan Ahmad LussySemua turun ke kota SaparuaBerperang dengan Kompeni BelandaKami semua dipimpin Kapitan Ahmad LussyMenjaga dan mempertahankanSemua pulau-pulau iniTapi pemimpin sudah dibawa ditangkapMari pulang semuaKe kampung halaman masing-masingBurung-burung garuda (laskar-laskar Hualoy)Sudah pulang-sudah pulangBurung-burung talang (laskar-laskar sekutu pulau-pulau)Sudah pulang-sudah pulangKe kampung halaman merekaDi balik NunusakuKami sudah perang dengan BelandaMengepung mereka dari depanMengepung mereka dari belakangKami sudah perang dengan BelandaMemukul mereka dari depanMemukul mereka dari belakang)
Berulangkali Belanda mengerahkan pasukan untuk menumpas perlawanan rakyatMaluku, tetapi berulangkali pula Belanda mendapat pukulan berat. Karena ituBelanda meminta bantuan dari pasukan yang ada di Jakarta. Keadaan jadiberbalik, Belanda semakin kuat dan perlawanan rakyat Maluku terdesak.Akhirnya Ahmad Lussy dan kawan-kawan tertangkap Belanda. Pada tanggal 16Desember 1817 Ahmad Lussy beserta kawan-kawannya menjalani hukuman mati ditiang gantungan.
Nama Pattimura sampai saat ini tetap harum. Namun nama Thomas Mattulessylebih dikenal daripada Ahmad Lussy atau Mat Lussy. Menurut MansyurSuryanegara, memang ada upaya-upaya deislamisasi dalam penulisan sejarah.Ini mirip dengan apa yang terjadi terhadap Wong Fei Hung di Cina. Pemerintahnasionalis-komunis Cina berusaha menutupi keislaman Wong Fei Hung, seorangMuslim yang penuh izzah (harga diri) sehingga tidak menerima hinaan dariorang Barat. Dalam film Once Upon A Time in China, tokoh kharismatik inidiperankan aktor ternama Jet Li.
Dalam sejarah Indonesia, Sisingamangaraja yang orang Batak, sebenarnya jugaseorang Muslim karena selalu mengibarkan bendera merah putih. Begitu pulaPattimura.Ada apa dengan bendera merah putih? Mansyur merujuk pada hadits Imam Muslimdalam Kitab Al-Fitan Jilid X, halaman 340 dari Hamisy Qastalani. Di situtertulis, Imam Muslim berkata: Zuhair bin Harb bercerita kepadaku, demikianjuga Ishaq bin Ibrahim, Muhammad bin Mutsanna dan Ibnu Basyyar. Ishaqbercerita kepada kami. Orang-orang lain berkata: Mu’adz bin Hisyam berceritakepada kami, ayah saya bercerita kepadaku, dari Qatadah dari Abu Qalabah,dari Abu Asma’ Ar-Rahabiy, dari Tsauban, Nabi SAW bersabda, “SesungguhnyaAllah memperlihatkan kepadaku bumi, timur dan baratnya. Dan Allahmelimpahkan dua perbendaharaan kepadaku, yaitu merah dan putih”.Demikianlah pelurusan sejarah Pattimura yang sebenarnya bernama KapitanAhmad Lussy atau Mat Lussy. Wallahu A’lam Bish Shawab.* (dari berbagaisumber)
Diarsipkan di bawah: Artikel, Kisah Islami, Mujahid, Pahlawan, Sejarah Indonesia — fisan @ 12:31 am
Sejarah Oleh : Redaksi 08 Jun 2004 – 9:00 am
Tokoh Muslim ini sebenarnya bernama Ahmad Lussy, tetapi dia lebih dikenaldengan Thomas Mattulessy yang identik Kristen.Inilah Salah satu contoh deislamisasi dan penghianatan kaum minor atassejarah pejuang Muslim di Maluku dan/atau Indonesia umumnya.
Nunu oliNunu seliNunu karipatuPatue karinunu
(Saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah beringin besar dansetiap beringin besar akan tumbang tapi beringin lain akan menggantinya(demikian pula) saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah batubesar dan setiap batu besar akan terguling tapi batu lain akanmenggantinya).
Ucapan-ucapan puitis yang penuh tamsil itu diucapkan oleh Kapitan AhmadLussy atau dikenal dengan sebutan Pattimura, pahlawan dari Maluku. Saat itu,16 Desember 1817, tali hukuman gantung telah terlilit di lehernya. Dariucapan-ucapannya, tampak bahwa Ahmad Lussy seorang patriot yang berjiwabesar. Dia tidak takut ancaman maut. Wataknya teguh, memiliki kepribadiandan harga diri di hadapan musuh. Ahmad Lussy juga tampak optimis.
Namun keberanian dan patriotisme Pattimura itu terdistorsi oleh penulisansejarah versi pemerintah. M Sapija, sejarawan yang pertama kali menulis bukutentang Pattimura, mengartikan ucapan di ujung maut itu dengan“Pattimura-Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura-Pattimuramuda akan bangkit”. Namun menurut M Nour Tawainella, juga seorang sejarawan,penafsiran Sapija itu tidak pas karena warna tata bahasa Indonesianyaterlalu modern dan berbeda dengan konteks budaya zaman itu.
Di bagian lain, Sapija menafsirkan, “Selamat tinggal saudara-saudara”, atau“Selamat tinggal tuang-tuang”. Inipun disanggah Tawainella. Sebab, ucapanseperti itu bukanlah tipikal Pattimura yang patriotik dan optimis.
Puncak kontroversi tentang siapa Pattimura adalah penyebutan Ahmad Lussydengan nama Thomas Mattulessy, dari nama seorang Muslim menjadi seorangKristen. Hebatnya, masyarakat lebih percaya kepada predikat Kristen itu,karena Maluku sering diidentikkan dengan Kristen.
Muslim TaatAhmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy, lahir di Hualoy,Seram Selatan (bukan Saparua seperti yang dikenal dalam sejarah versipemerintah). Ia bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang saat itudiperintah Sultan Abdurrahman. Raja ini dikenal pula dengan sebutan SultanKasimillah (Kazim Allah/Asisten Allah). Dalam bahasa Maluku disebutKasimiliali.
Menurut sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara, Pattimura adalah seorang Muslimyang taat. Selain keturunan bangsawan, ia juga seorang ulama. Data sejarahmenyebutkan bahwa pada masa itu semua pemimpin perang di kawasan Malukuadalah bangsawan atau ulama, atau keduanya.
Bandingkan dengan buku biografi Pattimura versi pemerintah yang pertama kaliterbit. M Sapija menulis, “Bahwa pahlawan Pattimura tergolong turunanbangsawan dan berasal dari Nusa Ina (Seram). Ayah beliau yang bernama AntoniMattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhirini adalah putra raja Sahulau. Sahulau bukan nama orang tetapi nama sebuahnegeri yang terletak dalam sebuah teluk di Seram Selatan”.
Ada kejanggalan dalam keterangan di atas. Sapija tidak menyebut Sahulau ituadalah kesultanan. Kemudian ada penipuan dengan menambahkan marga PattimuraMattulessy. Padahal di negeri Sahulau tidak ada marga Pattimura atauMattulessy. Di sana hanya ada marga Kasimiliali yang leluhur mereka adalahSultan Abdurrahman.
Jadi asal nama Pattimura dalam buku sejarah nasional adalah karangan dariSapija. Sedangkan Mattulessy bukanlah marga melainkan nama, yaitu AhmadLussy. Dan Thomas Mattulessy sebenarnya tidak pernah ada di dalam sejarahperjuangan rakyat Maluku.
Berbeda dengan Sapija, Mansyur Suryanegara berpendapat bahwa Pattimura itumarga yang masih ada sampai sekarang. Dan semua orang yang bermargaPattimura sekarang ini beragama Islam. Orang-orang tersebut mengaku ikutagama nenek moyang mereka yaitu Pattimura.
Masih menurut Mansyur, mayoritas kerajaan-kerajaan di Maluku adalah kerajaanIslam. Di antaranya adalah kerajaan Ambon, Herat, dan Jailolo. Begitubanyaknya kerajaan sehingga orang Arab menyebut kawasan ini dengan JaziratulMuluk (Negeri Raja-raja). Sebutan ini kelak dikenal dengan Maluku.
Mansyur pun tidak sependapat dengan Maluku dan Ambon yang sampai kinidiidentikkan dengan Kristen. Penulis buku Menemukan Sejarah (yang menjadibest seller) ini mengatakan, “Kalau dibilang Ambon itu lebih banyak Kristen,lihat saja dari udara (dari pesawat), banyak masjid atau banyak gereja.Kenyataannya, lebih banyak menara masjid daripada gereja.”
Sejarah tentang Pattimura yang ditulis M Sapija, dari sudut pandangantropologi juga kurang meyakinkan. Misalnya dalam melukiskan proses terjadiatau timbulnya seorang kapitan. Menurut Sapija, gelar kapitan adalahpemberian Belanda. Padahal tidak.
Leluhur bangsa ini, dari sudut sejarah dan antropologi, adalah homoreligiosa (makhluk agamis). Keyakinan mereka terhadap sesuatu kekuatan diluar jangkauan akal pikiran mereka, menimbulkan tafsiran yang sulit dicernarasio modern. Oleh sebab itu, tingkah laku sosialnya dikendalikankekuatan-kekuatan alam yang mereka takuti.
Jiwa mereka bersatu dengan kekuatan-kekuatan alam, kesaktian-kesaktiankhusus yang dimiliki seseorang. Kesaktian itu kemudian diterima sebagaisesuatu peristiwa yang mulia dan suci. Bila ia melekat pada seseorang, makaorang itu adalah lambang dari kekuatan mereka. Dia adalah pemimpin yangdianggap memiliki kharisma. Sifat-sifat itu melekat dan berprosesturun-temurun. Walaupun kemudian mereka sudah memeluk agama, namun secaragenealogis/silsilah/keturunan adalah turunan pemimpin atau kapitan. Darisinilah sebenarnya sebutan “kapitan” yang melekat pada diri Pattimura itubermula.
Perjuangan Kapitan Ahmad LussyPerlawanan rakyat Maluku terhadap pemerintahan kolonial Hindia Belandadisebabkan beberapa hal. Pertama, adanya kekhawatiran dan kecemasan rakyatakan timbulnya kembali kekejaman pemerintah seperti yang pernah dilakukanpada masa pemerintahan VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie). Kedua,Belanda menjalankan praktik-praktik lama yang dijalankan VOC, yaitu monopoliperdagangan dan pelayaran Hongi. Pelayaran Hongi adalah polisi laut yangmembabat pertanian hasil bumi yang tidak mau menjual kepada Belanda. Ketiga,rakyat dibebani berbagai kewajiban berat, seperti kewajiban kerja,penyerahan ikan asin, dendeng, dan kopi.
Akibat penderitaan itu maka rakyat Maluku bangkit mengangkat senjata. Padatahun 1817, perlawanan itu dikomandani oleh Kapitan Ahmad Lussy. Rakyatberhasil merebut Benteng Duurstede di Saparua. Bahkan residennya yangbernama Van den Bergh terbunuh. Perlawanan meluas ke Ambon, Seram, dantempat-tempat lainnya.
Perlawanan rakyat di bawah komando Kapitan Ahmad Lussy itu terekam dalamtradisi lisan Maluku yang dikenal dengan petatah-petitih. Tradisi lisan inijustru lebih bisa dipertanggung jawabkan daripada data tertulis dari Belandayang cenderung menyudutkan pahlawan Indonesia. Di antara petatah-petitih ituadalah sebagai berikut:
Yami PatasiwaYami PatalimaYami Yama’a Kapitan Mat LussyMatulu lalau hato SapambuineMa Parang kua KompaniaYami yama’a Kapitan Mat LussyIsa Nusa messeHario,Hario,Manu rusi’a yare uleu uleu `oManu yasamma yare uleu-uleu `oTalano utala yare uleu-uleu `oMelano lette tuttua murineYami malawan sua mena miyoYami malawan sua muri neyo(Kami PatasiwaKami PatalimaKami semua dipimpin Kapitan Ahmad LussySemua turun ke kota SaparuaBerperang dengan Kompeni BelandaKami semua dipimpin Kapitan Ahmad LussyMenjaga dan mempertahankanSemua pulau-pulau iniTapi pemimpin sudah dibawa ditangkapMari pulang semuaKe kampung halaman masing-masingBurung-burung garuda (laskar-laskar Hualoy)Sudah pulang-sudah pulangBurung-burung talang (laskar-laskar sekutu pulau-pulau)Sudah pulang-sudah pulangKe kampung halaman merekaDi balik NunusakuKami sudah perang dengan BelandaMengepung mereka dari depanMengepung mereka dari belakangKami sudah perang dengan BelandaMemukul mereka dari depanMemukul mereka dari belakang)
Berulangkali Belanda mengerahkan pasukan untuk menumpas perlawanan rakyatMaluku, tetapi berulangkali pula Belanda mendapat pukulan berat. Karena ituBelanda meminta bantuan dari pasukan yang ada di Jakarta. Keadaan jadiberbalik, Belanda semakin kuat dan perlawanan rakyat Maluku terdesak.Akhirnya Ahmad Lussy dan kawan-kawan tertangkap Belanda. Pada tanggal 16Desember 1817 Ahmad Lussy beserta kawan-kawannya menjalani hukuman mati ditiang gantungan.
Nama Pattimura sampai saat ini tetap harum. Namun nama Thomas Mattulessylebih dikenal daripada Ahmad Lussy atau Mat Lussy. Menurut MansyurSuryanegara, memang ada upaya-upaya deislamisasi dalam penulisan sejarah.Ini mirip dengan apa yang terjadi terhadap Wong Fei Hung di Cina. Pemerintahnasionalis-komunis Cina berusaha menutupi keislaman Wong Fei Hung, seorangMuslim yang penuh izzah (harga diri) sehingga tidak menerima hinaan dariorang Barat. Dalam film Once Upon A Time in China, tokoh kharismatik inidiperankan aktor ternama Jet Li.
Dalam sejarah Indonesia, Sisingamangaraja yang orang Batak, sebenarnya jugaseorang Muslim karena selalu mengibarkan bendera merah putih. Begitu pulaPattimura.Ada apa dengan bendera merah putih? Mansyur merujuk pada hadits Imam Muslimdalam Kitab Al-Fitan Jilid X, halaman 340 dari Hamisy Qastalani. Di situtertulis, Imam Muslim berkata: Zuhair bin Harb bercerita kepadaku, demikianjuga Ishaq bin Ibrahim, Muhammad bin Mutsanna dan Ibnu Basyyar. Ishaqbercerita kepada kami. Orang-orang lain berkata: Mu’adz bin Hisyam berceritakepada kami, ayah saya bercerita kepadaku, dari Qatadah dari Abu Qalabah,dari Abu Asma’ Ar-Rahabiy, dari Tsauban, Nabi SAW bersabda, “SesungguhnyaAllah memperlihatkan kepadaku bumi, timur dan baratnya. Dan Allahmelimpahkan dua perbendaharaan kepadaku, yaitu merah dan putih”.Demikianlah pelurusan sejarah Pattimura yang sebenarnya bernama KapitanAhmad Lussy atau Mat Lussy. Wallahu A’lam Bish Shawab.* (dari berbagaisumber)
Sabtu, 22 Agustus 2009
al furqon ( the lie furqan )
20 Tahun "Rencana Islam ‘Menghijaukan’ Amerika"
:: Catatan ketakutan seorang evangelis Amerika terhadap Islam ::
Dr. Anis Sorrosh, seorang pendeta asal Arab-Palestina yang kini hidup di Amerika adalah seorang evangelis cukup terkenal. Ia pernah beberapa kali ber-debat dengan almarhum Ahmad Deedat, seorang Kristolog terkemuka dunia.
Sorrosh juga pernah menulis “The True Furqan”. Buku ini secara sengaja diterbitkan untuk mengaburkan bacaan kaum Muslimin terhadap Kitab Suci, Al-Quran. Di antaranya, ia mengganti arti “Bismillah” dengan “Bismil Abi, Wal Ibni, Waruu hil Quds” (dengan nama Tuhan Bapak, Anak dan roh kudus). Seolah-olah Al-Quran itu meyakini ketuhanan Yesus. Namun usaha pemalsuan Al-Qur’an ini tak ada efek berarti di kalangan Muslim. Sebab, kebanyakan kaum Muslim hafal ayat-ayat suci sehingga cepat ketahuan mana yg asli dan mana yg palsu.
Baru-baru ini, ia menulis sebuah artikel berjudul, “Twenty-Year Plan: Islam Targets America”, Shorrosh memaparkan kemungkinan Islam dalam 20 tahun ke depan di Amerika Serikat. Menurutnya, ada 20 kemungkinan kaum Muslim ‘menghijaukan’ AS.
Karena sebagian di antara analisanya itu bisa dikategorikan fitnah dan provokasi, hidayatullah.com menurunkan dan merubah judulnya menjadi, “20 Tahun "Rencana Islam “Menghijaukan” Amerika": [Catatan ketakutan seorang evangelis Amerika terhadap Islam].”
Analisa Sorrosh ini menunjukkan rasa kekhawatiran seorang evangelis yang tinggi bila selama dua puluh tahun ke dapan, tepatnya tahun 2020, Islam akan mampu ‘merebut’ Amerika Serikat. Di bawah ini kutipannya.
20 poin analisis Islam ‘mengambil alih’ Amerika pada Tahun 2020
1. Menggantikan kebebasan berpendapat orang Amerika dg sikap kebencian di seluruh dunia.
2. Berperang dengan kata-kata yang berasal dari pemimpin berkulit hitam, bahwa Islam di Amerika adalah agama asli di sana. Anehnya tidak ada satupun fakta yang menyebutkan bahwa orang-orang Arab menangkap dan menjual mereka sebagai budak. Yang ada adalah penyebutan untuk orang kulit hitam dan budak adalah sama yaitu “Abed.”
3. Perlawanan terhadap publik Amerika akan kebaikan Islam.
4. Mencalonkan simpatisan Muslim ke meja politik.
5. Mengambil alih media dan internet dengan membeli perusahannya atau pemegang saham.
6. Mendorong ketakutan terhadap terbatasnya/habisnya persediaan minyak di Timur Tengah.
7. Memprotes setiap saat akan kritik terhadap Islam atau analisis tentang Al-Quran di area publik.
8. Menempati posisi pemerintahan, mendapat keanggotaan dalam panggung sekolah lokal, memberikan pelatihan kepada orang-orang Muslim sebagai doktor-doktor untuk mendominasi bidang kesehatan, penelitian, dan perusahan farmasi. Belum pernah diketahui keberadan jumlah doktor-doktor Muslim di Amerika.
9. Mempercepat pertumbuhan Islam melalui: a. Perpindahan besar-besaran (100.000 tiap tahun sejak 1961) b. Menikahi orang-orang Amerika dan mengislamkan mereka (10.000 pertahun) c. Mengubah kemarahan, menjadikan orang-orang kulit hitam sebagai Islam militan (2000 tahanan telah bergabung dengan Al-Qaidah)
10. Masjid-masjid dan pusat pendidikan harus mengajarkan kebencian terhadap Yahudi, evangelis Kristen dan demokrasi. Ratusan sekolah Muslim harus lebih loyal kepada Al-Quran bukan pada hukum Amerika.
11. Memberikan bantuan kepada perguruan tinggi dan universitas di Amerika untuk pengembangan “pusat studi Islam”.
12. Memberitahukan bahwa kata-kata teroris telah ‘membajak Islam’, padahal sebenarnya tidak, dan bahwa Islam-lah yang ‘membajak teroris’.
13. Menyeru kepada orang-orang Amerika untuk bersimpati terhadap orang-orang Muslim yang ada di Amerika dengan menggambarkan sebagai imigran terbesar yang negaranya tertindas.
14. Meruntuhkan pengertian Amerika dari keamanan dengan kesalahfahaman bahwa akan ada penyerangan terhadap, jembatan, terowongan, persediaan air, bandara, gedung apartemen dan mal-mal.
15. Menghasut narapidana dengan permintaan akan hukum Islam, bukan hukum Amerika.
16. Menaikan dana/amal melalui dolar tapi digunakan utk mendanai aksi keislaman/teror Islam.
17. Menumbuhkan kecintaan terhadap Islam di kampus dan universitas dengan meminta kepada mahasiswa baru untuk mengambil mata kuliah atau kursus keislaman. Meyakinkan pada orang amerika, orang-orang Kristen, dan para sarjana bahwa Al-Quran dapat menangani kekerasan melalui cinta damai, spiritual dan aspek keagamaan
18. Berkonsolidasi dengan orang-orang Muslim, masjid, pusat studi Islam dan media melalui internet dan menangani acara tahunan untuk menyusun rencana penyebaran dakwah.
19. Menyebarkan pesan ketakutan kepada orang yang berusaha mengkritik terhadap Islam dan mencarinya untuk dimusnahkan dengan cara apapun.Menghargai orang-orang Muslim yang loyal terhadap Amerika, dengan menyorotinya sebagai pemberi suara terbesar dari minoritas dan etnik di Amerika
20. Menghargai orang-orang Muslim yang loyal terhadap Amerika, dengan menyorotinya sebagai pemberi suara terbesar dari minoritas dan etnik di Amerika. (Didin/Hidayatullah.com)
-- oOo --
Berikut, tanggapan Ust. Syamsi Ali (Imam Masjid Islamic Cultural Center of New York) atas beredarnya The True Furqon:
...Al Furqon Al Haq (The True Furqon): Sebuah Kedustaan & Pengakuan Kegagalan...
"Sungguh besar kalimat (dusta) yang mengalir dari mulut-mulut mereka, namun tak lain apa yang diucapkan kecuali kebohongan" (S. Al Kahf: 5)
Akhir-akhir ini ummat Islam di berbagai belahan dunia kembali diresahkan oleh penulisan sebuah buku yang kemudian diklaim sebagai "tandingan" Al Qur'an. Judul buku tersebut juga diambil dari salah satu sifat Al Qur'an, yaitu "Al Furqaan" (pembeda antara kebenaran dan kebatilan). Saya sendiri menerima buku ini sekitar Juli 2001 lalu dan pada awalnya saya menganggapnya sesuatu yang tidak berharga. Sebagai seorang Muslim yang hidup di tengah-tengah non Muslim, propaganda murahan seperti ini merupakan hal biasa. Membaca, menyaksikan dan bahkan mengalami kebohongan seperti ini sudah merupakan santapan sehari-hari. Sikap saya ini juga merupakan sikap sebagian besar pemimpin komunitas Muslim di AS, yang menganggapnya sebagai pembuktian ayat Allah: "Meraka hendak memadamkan (cahaya agama) Allah dengan mulut-mulut mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahayaNya meskipun orang-orang kafir membenci" (Ash Shaff: 8).
Dalam pengantarnya di buku tersebut, kedua penulis yang tidak pernah menyebutkan nama lengkapnya, Al Saffee dan Al Mahdy, tidak menyebutkan buku ini sabagai tandingan Al Qur'an dan hanya menyatakan seruannya: "Kepada bangsa-bangsa Arab khususnya dan ummat Islam umumnya di seluruh dunia: Salam sejahtera dan rahmat Allah Yang Berkuasa atas segala sesuatu". Namun dalam pengantarnya di Amazon.com, penulis dengan terus terang mengatakan bahwa buku ini adalah "the most plausible challenge to the Arabic Quran in history" (Tantangan yang paling nyata terhadap Al Qur'an berbahasa Arab dalam sejarah)"
Bagi penulis, buku ini ditujukan kepada ummat Islam dan ummat Kristiani sekaligus, untuk tujuan berbeda. Untuk ummat kristiani ditujukan agar mereka mendapatkan bukti-bukti substansial akan kebenaran kitab injil, sekaligus mendapatkan tanda tanya besar akan kesahihan Al Qur'an. Sementara untuk umat Islam ditujukan agar mereka mendapatkan pelajaran dan pengalaman bercahaya. Dalam "press release" yang dikeluarkan oleh Baptist Press tanggal 27 Mei 1999, ketika awal penerbitan buku yang dipersiapkan selama tujuh tahun ini, Al Mahdy mengatakan dengan penuh optimisme: "Hendaknya ummat Kristiani di seluruh penjuru dunia mempersiapkan diri untuk menyambut kehadiran ummat Islam yang akan murtad ke tengah-tengah mereka".
Setelah membaca sekali lagi buku tersebut, ternyata sangkaan saya selama ini semakin kuat bahwa buku ini sesungguhnya tidak lebih dari sebuah "sampah" yang tidak berharga. Ditinjau dari segi bahasa apalagi dari segi substansi, buku ini hanya menggambarkan iri hati dan kebencian yang sangat terhadap kebenaran, yang oleh Al Qur'an digambarkan sebagai "hasadan min 'indi anfusihim" (dengki dari dalam diri mereka sendiri).
Buku ini sesungguhnya membuka "borok lama" bahwa memang ada di antara manusia yang senang mencipta buku, yang kemudian diakui sebagai wahyu Tuhan. Dengan terbitnya buku al furqaan al haq ini, terbukti pula satu ayat Al Qur'an yang menyatakan "mereka menulis kitab dengan tangan-tangan mereka, kemudian mengatakan bahwa ini (kitab)dari sisi Allah. (Yang dengannya), mereka membelih ayat-ayat Allah dengan harga yang murah". Kitab ini, diakui penulis, bukan Al Qur'an dan bukan pula Injil. Melainkan ciptaan baru yang diakui sebagai petunjuk (wahyu) untuk menerangi jalan manusia. Dengan demikian, ini merupakan pembuktian karakter dasar mereka yang senang mencipta-cipta buku dan diakui sebagai wahyu dari Allah. Tidakkah ini cukup menjadi bukti bahwa kitab suci yang mereka yakini saat ini adalah juga ciptaan manusia seperti ini?
Penulis secara jujur mengakui ketinggian bahasa Al Qur'an. Namun sangat keliru ketika mengatakan bahwa bahasa buku ini menyerupai bahasa Al Qur'an. Kutipan ayat-ayat Al Qur'an secara sepotong-sepotong dalam buku ini, dapat dirasakan dengan "dzawq lughawi" (rasa bahasa), betapa berbeda dengan kata-kata sisipan dari penulis. Secara gramatik misalnya, penulis sesungguhnya tidak menyadari bahwa penyerupaan "BismillahirRahmaniRahim" dg "Bismilaab-alkalimah-ar ruuh-al ilaah al waahid al awhad" merupakan pengingkaran terhadap keyakinan dasar mereka sendiri. Karena kata benda dalam kalimat ini hanya "Aab" saja. Sementara semua kata selanjutnya adalah kata sifat dari Aab. Tanpa disadari penulis telah mengingkari konsep trinitas yang meyakini Bapak sebagai Dzat (benda), anak sebagai dzaat (benda) dan Roh kudus sebagai dzaat (benda). Sementara dalam kalimat ini, hanya Aab (bapak) saja sebagai benda, selebihnya hanya sifat dari Aab (tuhan bapak).
Sangat disayangkan, di tengah gencarnya upaya-upaya mengharmoniskan hubungan antar pemeluk agama, saat ini masih ada orang yang tidak jujur pada dirinya sendiri. Justifikasi kebenaran dengan kedustaan merupakan sebuah kanaifan akan kebenaran itu sendiri. Justifikasi kebenaran kitab suci dengan kedustaan hanyalah indikasi akan kenaifan kitab suci itu sendiri dalam kebenarannya. Saya menilai, buku ini sesungguhnya adalah sebuah pengkhianatan terhadap injil. Karena kenaifan injil inilah maka diperlukan kitab lain untuk menunjuki jalan manusia.
Akhirnya, saya menghimbau kiranya semua ummat beragama perlu menanamkan kejujuran pada dirinya sendiri. Bagaimana mungkin Anda dapat mengajak kepada keimanan, sementara anda menebarkan kedustaan? Saya sepertinya bisa memahami sikap Salman Rusydi karena dia memang tidak meyakini sebuah agama. Tapi saya justeru terheran dengan sikap pemimpin agama yang berjiwa kerdil.
Bagi ummat Islam, anggap saja kasus ini sebagai krikil kecil dalam perjuangan, yang justeru mempertebal keimanan. Percayalah, kebenaran Kalam Allah tak akan ternodai secuil pun dengan kedustaan para pendusta: "Sungguh Kami menunrunkan "Dzikra (Al Qur'an) ini, dan sungguh Kami pula yang menjaganya" dan "Katakanlah: Sesungguhnya walau manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang tulisan yang menyerupai Al Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan bisa membuat yang serupa dengannya, walaupun di antara mereka saling membantu (dalam kebatilan)" demikian jaminan Allah.
Tanggapan lain:
Assalamualaikum Wr.Wb.
Seperti yang dilaporkan oleh majalah Tempo edisi minggu ini, 18-24 Maret, saat ini sedang beredar sebuah buku dengan judul "The True Furqan". Buku ini memang ditulis dengan sengaja untuk mengaburkan bacaan kaum Muslimin terhadap Kitab Suci yang sesungguhnya dan yang palsu. Hal ini dibuktikan dengan pengantar yang menyebut "Kitab ini ditujukan secara khusus kepada kaum Muslimin dan Arab".
Saya pribadi telah menerima buku ini sejak sekitar 3 bulan silam. Buku ini diterbitkan tanpa menyebutkan nama penerbit, namun menyertakan alamat pos dan tanpa nomor telepon. Setelah mengecek lebih jauh, ternyata sosok utama di balik dari terbitnya buku ini adalah Dr. Anis Shorrosh, lawan debat Ahmad Deedat tentang Ketuhanan Jesus pada masa lalu. Jika anda membuka alamat di bawah ini, anda dapati siapa dan bagaiamana awal dari tumbuhnya buku tersebut.
Yang pasti, buku ini memang ditujukan sebagai pemalsuan Kitab Suci Al Qur'an. Berbagai surah dinamai dengan surah-surah Al Qur'an seperti An Nur, Al Fatihah, dll. "Bismillah" pada setiap surah diganti dengan "Bismil Abi, Wal Ibni, Waruuhil Quds" (dengan nama bapak, anak dan roh qudus).
Untuk itu, bersama ini saya himbau kepada semua untuk berhati-hati. Saya yakin, terbitnya buku ini tak lebih dari sebuah pembuktian akan tantangan Allah "dan jika kami ragu dengan apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami, maka datanglah satu surah (pada ayat lain 10 surah, dan pada ayat lain disebutkan semisal) yang serupa, dan ajaklah seluruh pembantumu selain Allah, jika kami jujur". Dan sudah pasti, jika anda tahu bahasa Arab dengan grammar (nahwu sharaf dan balaghah) serta mempergunakan logika serta "common sense" saja, anda akan menemui buku ini tak lebih dari "rabbish" yang sudah kumuh di pinggir jalan.
Sayang sekali, pada website Sorrosh ditemukan komentar-komentar, entah direkayasa, bahwa buku ini seolah lebih baik dari Al Qur'an. Padahal, di antara komentator tersebut terdapat pastor terkenal, seperti Billy Graham. Namun memang, logika seringkali tersembunyi di balik "dendam" terhadap nur Ilahi yang semakin menyilaukan mata-mata hati manusia, khususnya di bagian barat bumi ini.
Coba buka alamat ini, dan pastikan bahwa anda cukup landasan untuk memahami tulisan-tulisan Shorrosh. Lihat di bagian bawah website ini, ada "project khusus" untuk mengaburkan Islam yang sesungguhnya para politisi Amerika dengan nama "Project Informing Washington" on the truth of Islam. Ternyata, dalam tulisan-tulisan Shorrosh disebutkan bahwa tanpa disengaja, saat ini kita (Amerika) telah kedatangan invasi yang membahayakan. Itulah "ru'bah" (ketakutan) dan "hasadan" (dengki) yang telah tertanam dalam dirinya terhadap kebenaran ini. http://islam-in-focus.com/TheTrueFurqan.htm
Akhirnya, "mereka ingin memadamkan cahaya Allah, namun Allah menolak hingga cahayaNya terang benderang, walau orang-orang musyrik itu membenci".
:: Catatan ketakutan seorang evangelis Amerika terhadap Islam ::
Dr. Anis Sorrosh, seorang pendeta asal Arab-Palestina yang kini hidup di Amerika adalah seorang evangelis cukup terkenal. Ia pernah beberapa kali ber-debat dengan almarhum Ahmad Deedat, seorang Kristolog terkemuka dunia.
Sorrosh juga pernah menulis “The True Furqan”. Buku ini secara sengaja diterbitkan untuk mengaburkan bacaan kaum Muslimin terhadap Kitab Suci, Al-Quran. Di antaranya, ia mengganti arti “Bismillah” dengan “Bismil Abi, Wal Ibni, Waruu hil Quds” (dengan nama Tuhan Bapak, Anak dan roh kudus). Seolah-olah Al-Quran itu meyakini ketuhanan Yesus. Namun usaha pemalsuan Al-Qur’an ini tak ada efek berarti di kalangan Muslim. Sebab, kebanyakan kaum Muslim hafal ayat-ayat suci sehingga cepat ketahuan mana yg asli dan mana yg palsu.
Baru-baru ini, ia menulis sebuah artikel berjudul, “Twenty-Year Plan: Islam Targets America”, Shorrosh memaparkan kemungkinan Islam dalam 20 tahun ke depan di Amerika Serikat. Menurutnya, ada 20 kemungkinan kaum Muslim ‘menghijaukan’ AS.
Karena sebagian di antara analisanya itu bisa dikategorikan fitnah dan provokasi, hidayatullah.com menurunkan dan merubah judulnya menjadi, “20 Tahun "Rencana Islam “Menghijaukan” Amerika": [Catatan ketakutan seorang evangelis Amerika terhadap Islam].”
Analisa Sorrosh ini menunjukkan rasa kekhawatiran seorang evangelis yang tinggi bila selama dua puluh tahun ke dapan, tepatnya tahun 2020, Islam akan mampu ‘merebut’ Amerika Serikat. Di bawah ini kutipannya.
20 poin analisis Islam ‘mengambil alih’ Amerika pada Tahun 2020
1. Menggantikan kebebasan berpendapat orang Amerika dg sikap kebencian di seluruh dunia.
2. Berperang dengan kata-kata yang berasal dari pemimpin berkulit hitam, bahwa Islam di Amerika adalah agama asli di sana. Anehnya tidak ada satupun fakta yang menyebutkan bahwa orang-orang Arab menangkap dan menjual mereka sebagai budak. Yang ada adalah penyebutan untuk orang kulit hitam dan budak adalah sama yaitu “Abed.”
3. Perlawanan terhadap publik Amerika akan kebaikan Islam.
4. Mencalonkan simpatisan Muslim ke meja politik.
5. Mengambil alih media dan internet dengan membeli perusahannya atau pemegang saham.
6. Mendorong ketakutan terhadap terbatasnya/habisnya persediaan minyak di Timur Tengah.
7. Memprotes setiap saat akan kritik terhadap Islam atau analisis tentang Al-Quran di area publik.
8. Menempati posisi pemerintahan, mendapat keanggotaan dalam panggung sekolah lokal, memberikan pelatihan kepada orang-orang Muslim sebagai doktor-doktor untuk mendominasi bidang kesehatan, penelitian, dan perusahan farmasi. Belum pernah diketahui keberadan jumlah doktor-doktor Muslim di Amerika.
9. Mempercepat pertumbuhan Islam melalui: a. Perpindahan besar-besaran (100.000 tiap tahun sejak 1961) b. Menikahi orang-orang Amerika dan mengislamkan mereka (10.000 pertahun) c. Mengubah kemarahan, menjadikan orang-orang kulit hitam sebagai Islam militan (2000 tahanan telah bergabung dengan Al-Qaidah)
10. Masjid-masjid dan pusat pendidikan harus mengajarkan kebencian terhadap Yahudi, evangelis Kristen dan demokrasi. Ratusan sekolah Muslim harus lebih loyal kepada Al-Quran bukan pada hukum Amerika.
11. Memberikan bantuan kepada perguruan tinggi dan universitas di Amerika untuk pengembangan “pusat studi Islam”.
12. Memberitahukan bahwa kata-kata teroris telah ‘membajak Islam’, padahal sebenarnya tidak, dan bahwa Islam-lah yang ‘membajak teroris’.
13. Menyeru kepada orang-orang Amerika untuk bersimpati terhadap orang-orang Muslim yang ada di Amerika dengan menggambarkan sebagai imigran terbesar yang negaranya tertindas.
14. Meruntuhkan pengertian Amerika dari keamanan dengan kesalahfahaman bahwa akan ada penyerangan terhadap, jembatan, terowongan, persediaan air, bandara, gedung apartemen dan mal-mal.
15. Menghasut narapidana dengan permintaan akan hukum Islam, bukan hukum Amerika.
16. Menaikan dana/amal melalui dolar tapi digunakan utk mendanai aksi keislaman/teror Islam.
17. Menumbuhkan kecintaan terhadap Islam di kampus dan universitas dengan meminta kepada mahasiswa baru untuk mengambil mata kuliah atau kursus keislaman. Meyakinkan pada orang amerika, orang-orang Kristen, dan para sarjana bahwa Al-Quran dapat menangani kekerasan melalui cinta damai, spiritual dan aspek keagamaan
18. Berkonsolidasi dengan orang-orang Muslim, masjid, pusat studi Islam dan media melalui internet dan menangani acara tahunan untuk menyusun rencana penyebaran dakwah.
19. Menyebarkan pesan ketakutan kepada orang yang berusaha mengkritik terhadap Islam dan mencarinya untuk dimusnahkan dengan cara apapun.Menghargai orang-orang Muslim yang loyal terhadap Amerika, dengan menyorotinya sebagai pemberi suara terbesar dari minoritas dan etnik di Amerika
20. Menghargai orang-orang Muslim yang loyal terhadap Amerika, dengan menyorotinya sebagai pemberi suara terbesar dari minoritas dan etnik di Amerika. (Didin/Hidayatullah.com)
-- oOo --
Berikut, tanggapan Ust. Syamsi Ali (Imam Masjid Islamic Cultural Center of New York) atas beredarnya The True Furqon:
...Al Furqon Al Haq (The True Furqon): Sebuah Kedustaan & Pengakuan Kegagalan...
"Sungguh besar kalimat (dusta) yang mengalir dari mulut-mulut mereka, namun tak lain apa yang diucapkan kecuali kebohongan" (S. Al Kahf: 5)
Akhir-akhir ini ummat Islam di berbagai belahan dunia kembali diresahkan oleh penulisan sebuah buku yang kemudian diklaim sebagai "tandingan" Al Qur'an. Judul buku tersebut juga diambil dari salah satu sifat Al Qur'an, yaitu "Al Furqaan" (pembeda antara kebenaran dan kebatilan). Saya sendiri menerima buku ini sekitar Juli 2001 lalu dan pada awalnya saya menganggapnya sesuatu yang tidak berharga. Sebagai seorang Muslim yang hidup di tengah-tengah non Muslim, propaganda murahan seperti ini merupakan hal biasa. Membaca, menyaksikan dan bahkan mengalami kebohongan seperti ini sudah merupakan santapan sehari-hari. Sikap saya ini juga merupakan sikap sebagian besar pemimpin komunitas Muslim di AS, yang menganggapnya sebagai pembuktian ayat Allah: "Meraka hendak memadamkan (cahaya agama) Allah dengan mulut-mulut mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahayaNya meskipun orang-orang kafir membenci" (Ash Shaff: 8).
Dalam pengantarnya di buku tersebut, kedua penulis yang tidak pernah menyebutkan nama lengkapnya, Al Saffee dan Al Mahdy, tidak menyebutkan buku ini sabagai tandingan Al Qur'an dan hanya menyatakan seruannya: "Kepada bangsa-bangsa Arab khususnya dan ummat Islam umumnya di seluruh dunia: Salam sejahtera dan rahmat Allah Yang Berkuasa atas segala sesuatu". Namun dalam pengantarnya di Amazon.com, penulis dengan terus terang mengatakan bahwa buku ini adalah "the most plausible challenge to the Arabic Quran in history" (Tantangan yang paling nyata terhadap Al Qur'an berbahasa Arab dalam sejarah)"
Bagi penulis, buku ini ditujukan kepada ummat Islam dan ummat Kristiani sekaligus, untuk tujuan berbeda. Untuk ummat kristiani ditujukan agar mereka mendapatkan bukti-bukti substansial akan kebenaran kitab injil, sekaligus mendapatkan tanda tanya besar akan kesahihan Al Qur'an. Sementara untuk umat Islam ditujukan agar mereka mendapatkan pelajaran dan pengalaman bercahaya. Dalam "press release" yang dikeluarkan oleh Baptist Press tanggal 27 Mei 1999, ketika awal penerbitan buku yang dipersiapkan selama tujuh tahun ini, Al Mahdy mengatakan dengan penuh optimisme: "Hendaknya ummat Kristiani di seluruh penjuru dunia mempersiapkan diri untuk menyambut kehadiran ummat Islam yang akan murtad ke tengah-tengah mereka".
Setelah membaca sekali lagi buku tersebut, ternyata sangkaan saya selama ini semakin kuat bahwa buku ini sesungguhnya tidak lebih dari sebuah "sampah" yang tidak berharga. Ditinjau dari segi bahasa apalagi dari segi substansi, buku ini hanya menggambarkan iri hati dan kebencian yang sangat terhadap kebenaran, yang oleh Al Qur'an digambarkan sebagai "hasadan min 'indi anfusihim" (dengki dari dalam diri mereka sendiri).
Buku ini sesungguhnya membuka "borok lama" bahwa memang ada di antara manusia yang senang mencipta buku, yang kemudian diakui sebagai wahyu Tuhan. Dengan terbitnya buku al furqaan al haq ini, terbukti pula satu ayat Al Qur'an yang menyatakan "mereka menulis kitab dengan tangan-tangan mereka, kemudian mengatakan bahwa ini (kitab)dari sisi Allah. (Yang dengannya), mereka membelih ayat-ayat Allah dengan harga yang murah". Kitab ini, diakui penulis, bukan Al Qur'an dan bukan pula Injil. Melainkan ciptaan baru yang diakui sebagai petunjuk (wahyu) untuk menerangi jalan manusia. Dengan demikian, ini merupakan pembuktian karakter dasar mereka yang senang mencipta-cipta buku dan diakui sebagai wahyu dari Allah. Tidakkah ini cukup menjadi bukti bahwa kitab suci yang mereka yakini saat ini adalah juga ciptaan manusia seperti ini?
Penulis secara jujur mengakui ketinggian bahasa Al Qur'an. Namun sangat keliru ketika mengatakan bahwa bahasa buku ini menyerupai bahasa Al Qur'an. Kutipan ayat-ayat Al Qur'an secara sepotong-sepotong dalam buku ini, dapat dirasakan dengan "dzawq lughawi" (rasa bahasa), betapa berbeda dengan kata-kata sisipan dari penulis. Secara gramatik misalnya, penulis sesungguhnya tidak menyadari bahwa penyerupaan "BismillahirRahmaniRahim" dg "Bismilaab-alkalimah-ar ruuh-al ilaah al waahid al awhad" merupakan pengingkaran terhadap keyakinan dasar mereka sendiri. Karena kata benda dalam kalimat ini hanya "Aab" saja. Sementara semua kata selanjutnya adalah kata sifat dari Aab. Tanpa disadari penulis telah mengingkari konsep trinitas yang meyakini Bapak sebagai Dzat (benda), anak sebagai dzaat (benda) dan Roh kudus sebagai dzaat (benda). Sementara dalam kalimat ini, hanya Aab (bapak) saja sebagai benda, selebihnya hanya sifat dari Aab (tuhan bapak).
Sangat disayangkan, di tengah gencarnya upaya-upaya mengharmoniskan hubungan antar pemeluk agama, saat ini masih ada orang yang tidak jujur pada dirinya sendiri. Justifikasi kebenaran dengan kedustaan merupakan sebuah kanaifan akan kebenaran itu sendiri. Justifikasi kebenaran kitab suci dengan kedustaan hanyalah indikasi akan kenaifan kitab suci itu sendiri dalam kebenarannya. Saya menilai, buku ini sesungguhnya adalah sebuah pengkhianatan terhadap injil. Karena kenaifan injil inilah maka diperlukan kitab lain untuk menunjuki jalan manusia.
Akhirnya, saya menghimbau kiranya semua ummat beragama perlu menanamkan kejujuran pada dirinya sendiri. Bagaimana mungkin Anda dapat mengajak kepada keimanan, sementara anda menebarkan kedustaan? Saya sepertinya bisa memahami sikap Salman Rusydi karena dia memang tidak meyakini sebuah agama. Tapi saya justeru terheran dengan sikap pemimpin agama yang berjiwa kerdil.
Bagi ummat Islam, anggap saja kasus ini sebagai krikil kecil dalam perjuangan, yang justeru mempertebal keimanan. Percayalah, kebenaran Kalam Allah tak akan ternodai secuil pun dengan kedustaan para pendusta: "Sungguh Kami menunrunkan "Dzikra (Al Qur'an) ini, dan sungguh Kami pula yang menjaganya" dan "Katakanlah: Sesungguhnya walau manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang tulisan yang menyerupai Al Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan bisa membuat yang serupa dengannya, walaupun di antara mereka saling membantu (dalam kebatilan)" demikian jaminan Allah.
Tanggapan lain:
Assalamualaikum Wr.Wb.
Seperti yang dilaporkan oleh majalah Tempo edisi minggu ini, 18-24 Maret, saat ini sedang beredar sebuah buku dengan judul "The True Furqan". Buku ini memang ditulis dengan sengaja untuk mengaburkan bacaan kaum Muslimin terhadap Kitab Suci yang sesungguhnya dan yang palsu. Hal ini dibuktikan dengan pengantar yang menyebut "Kitab ini ditujukan secara khusus kepada kaum Muslimin dan Arab".
Saya pribadi telah menerima buku ini sejak sekitar 3 bulan silam. Buku ini diterbitkan tanpa menyebutkan nama penerbit, namun menyertakan alamat pos dan tanpa nomor telepon. Setelah mengecek lebih jauh, ternyata sosok utama di balik dari terbitnya buku ini adalah Dr. Anis Shorrosh, lawan debat Ahmad Deedat tentang Ketuhanan Jesus pada masa lalu. Jika anda membuka alamat di bawah ini, anda dapati siapa dan bagaiamana awal dari tumbuhnya buku tersebut.
Yang pasti, buku ini memang ditujukan sebagai pemalsuan Kitab Suci Al Qur'an. Berbagai surah dinamai dengan surah-surah Al Qur'an seperti An Nur, Al Fatihah, dll. "Bismillah" pada setiap surah diganti dengan "Bismil Abi, Wal Ibni, Waruuhil Quds" (dengan nama bapak, anak dan roh qudus).
Untuk itu, bersama ini saya himbau kepada semua untuk berhati-hati. Saya yakin, terbitnya buku ini tak lebih dari sebuah pembuktian akan tantangan Allah "dan jika kami ragu dengan apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami, maka datanglah satu surah (pada ayat lain 10 surah, dan pada ayat lain disebutkan semisal) yang serupa, dan ajaklah seluruh pembantumu selain Allah, jika kami jujur". Dan sudah pasti, jika anda tahu bahasa Arab dengan grammar (nahwu sharaf dan balaghah) serta mempergunakan logika serta "common sense" saja, anda akan menemui buku ini tak lebih dari "rabbish" yang sudah kumuh di pinggir jalan.
Sayang sekali, pada website Sorrosh ditemukan komentar-komentar, entah direkayasa, bahwa buku ini seolah lebih baik dari Al Qur'an. Padahal, di antara komentator tersebut terdapat pastor terkenal, seperti Billy Graham. Namun memang, logika seringkali tersembunyi di balik "dendam" terhadap nur Ilahi yang semakin menyilaukan mata-mata hati manusia, khususnya di bagian barat bumi ini.
Coba buka alamat ini, dan pastikan bahwa anda cukup landasan untuk memahami tulisan-tulisan Shorrosh. Lihat di bagian bawah website ini, ada "project khusus" untuk mengaburkan Islam yang sesungguhnya para politisi Amerika dengan nama "Project Informing Washington" on the truth of Islam. Ternyata, dalam tulisan-tulisan Shorrosh disebutkan bahwa tanpa disengaja, saat ini kita (Amerika) telah kedatangan invasi yang membahayakan. Itulah "ru'bah" (ketakutan) dan "hasadan" (dengki) yang telah tertanam dalam dirinya terhadap kebenaran ini. http://islam-in-focus.com/TheTrueFurqan.htm
Akhirnya, "mereka ingin memadamkan cahaya Allah, namun Allah menolak hingga cahayaNya terang benderang, walau orang-orang musyrik itu membenci".
jawaban untuk Nonmuslim dari alquran
1. ‘Mereka’
Q18:56. Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira & sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang kafir membantah dg batil agar dg demikian mereka dapat melenyapkan (yg) hak, & mereka menganggap ayat-ayat kami & peringatan- peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan.
Q27:4. Sesungguhnya orang-orang (yg) tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan).
Q31:6. Dan di antara manusia (ada) orang mempergunakan perkataan tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan & menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab menghinakan.
Q30:29. Tetapi orang-orang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah akan menunjuki orang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun.
Q45:9. Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah memperoleh azab menghinakan.
Q15:12. Demikianlah, Kami mamasukkan (rasa ingkar & memperolok-olokkan itu) kedalam hati orang-orang berdosa (orang-orang kafir),
Q18:57. Dan siapakah lebih zalim dari pada orang telah diperingatkan dg ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling dari padanya & melupakan apa telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, & (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; & kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.
2. ‘Mereka’ itu dikasih tahu atau tidak, tetap saja kafir, kecuali Allah swt berkehendak lain…
Q36:10. Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.
Q4:88 Barangsiapa disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya.
Q6:39. Dan orang-orang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu & berada dalam gelap gulita. Barangsiapa dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan lurus.
Q6:125. Barangsiapa Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang tidak beriman.
Q7:186. Barangsiapa Allah sesatkan, maka baginya tak ada orang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.
Q16:37. Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka dapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang disesatkan-Nya, & sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong.
Q7:179. Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin & manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) & mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), & mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang lalai.
Q25:44. …atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).
3. Peringatan/nasehat hanya bermanfaat bagi mereka yang beriman
Q38:87. Al Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.
Q16:125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dg hikmah & pelajaran baik & bantahlah mereka dg cara baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah lebih mengetahui tentang siapa tersesat dari jalan-Nya & Dialah lebih mengetahui orang-orang mendapat petunjuk.
Q30:53. Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) melainkan kepada orang-orang beriman dg ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang berserah diri (kepada Kami).
Q51:55. Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang beriman.
Q2:256. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan benar daripada jalan sesat. Karena itu barangsiapa ingkar kepada Thaghut & beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali amat kuat tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Q6.70. Dan tinggalkanlah orang-orang menjadikan agama mereka sebagai main-main & senda gurau, & mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dg Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung & tidak pula pemberi syafa'at selain daripada Allah.
4. Biarkanlah ‘mereka’ bermain-main dalam kesesatannya, jangan terpancing dan jangan ikuti alur (keinginan) ‘mereka’
Q4:140. Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari & diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dg mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik & orang-orang kafir di dalam Jahannam,
Q6.68. Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).
Q19:75. Katakanlah: "Barang siapa berada di dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan Maha Pemurah memperpanjang tempo baginya; sehingga apabila mereka telah melihat apa diancamkan kepadanya, baik siksa maupun kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa lebih jelek kedudukannya & lebih lemah penolong-penolongnya."
Q43:83. Maka biarlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) & bermain-main sampai mereka menemui hari dijanjikan kepada mereka.
5. (Penyesalan) ‘Mereka’ di akhirat kelak
Q26:6. Sungguh mereka telah mendustakan (Al Quran), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita selalu mereka perolok-olokkan.
Q4:115. Dan barangsiapa menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, & mengikuti jalan bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan telah dikuasainya itu & Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, & Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.
Q14:44. Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang zalim: "Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau & akan mengikuti rasul-rasul." (Kepada mereka dikatakan): "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?”
Q39:71. Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya & berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu & memperingatkan kepadamu akan pertemuan dg hari ini?" Mereka menjawab: "Benar (telah datang)."Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang kafir.
Q67:8-10. hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?" Mereka menjawab: "Benar ada", sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) & kami katakan: "Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan besar." Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka menyala-nyala."
Q35:37. Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal saleh berlainan dg telah kami kerjakan." Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa cukup untuk berfikir bagi orang mau berfikir, & (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) & tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolongpun.
Q78:40. Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa dekat, pada hari manusia melihat apa telah diperbuat oleh kedua tangannya; & orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah."
Q18:106. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka & disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku & rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.
Pedihnya azab neraka!
Q4:56 "Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka terbakar hangus, Kami ganti kulit mereka dgn kulit yg lain agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagiMaha Bijaksana."
Secara anatomi lapisan kulit terdiri atas 3 lapisan global yaitu: Epidermis, Dermis, & Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis terdapat banyak ujung pembuluh darah & syaraf, sehingga ketika terjadi combustio grade III (luka bakar yg telah melampaui lapisan Sub Cutis) maka rasa nyeri akan hilang. Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf afferent yang membangkitkan sensasi persepsi. Itulah sebabnya Allah swt menumbuhkan kembali (mengganti) kulit yg rusak pada saat ia menyiksa hamba-Nya yg kafir supaya hamba-Nya tersebut dapat merasakan pedihnya azab Allah swt tersebut.
Artikel lain tentang neraka: http://adanipermana.000webhost.info/Artikel/neraka1.htm
Q18:56. Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira & sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang kafir membantah dg batil agar dg demikian mereka dapat melenyapkan (yg) hak, & mereka menganggap ayat-ayat kami & peringatan- peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan.
Q27:4. Sesungguhnya orang-orang (yg) tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan).
Q31:6. Dan di antara manusia (ada) orang mempergunakan perkataan tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan & menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab menghinakan.
Q30:29. Tetapi orang-orang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah akan menunjuki orang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun.
Q45:9. Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah memperoleh azab menghinakan.
Q15:12. Demikianlah, Kami mamasukkan (rasa ingkar & memperolok-olokkan itu) kedalam hati orang-orang berdosa (orang-orang kafir),
Q18:57. Dan siapakah lebih zalim dari pada orang telah diperingatkan dg ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling dari padanya & melupakan apa telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, & (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; & kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.
2. ‘Mereka’ itu dikasih tahu atau tidak, tetap saja kafir, kecuali Allah swt berkehendak lain…
Q36:10. Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.
Q4:88 Barangsiapa disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya.
Q6:39. Dan orang-orang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu & berada dalam gelap gulita. Barangsiapa dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan lurus.
Q6:125. Barangsiapa Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang tidak beriman.
Q7:186. Barangsiapa Allah sesatkan, maka baginya tak ada orang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.
Q16:37. Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka dapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang disesatkan-Nya, & sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong.
Q7:179. Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin & manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) & mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), & mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang lalai.
Q25:44. …atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).
3. Peringatan/nasehat hanya bermanfaat bagi mereka yang beriman
Q38:87. Al Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.
Q16:125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dg hikmah & pelajaran baik & bantahlah mereka dg cara baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah lebih mengetahui tentang siapa tersesat dari jalan-Nya & Dialah lebih mengetahui orang-orang mendapat petunjuk.
Q30:53. Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) melainkan kepada orang-orang beriman dg ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang berserah diri (kepada Kami).
Q51:55. Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang beriman.
Q2:256. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan benar daripada jalan sesat. Karena itu barangsiapa ingkar kepada Thaghut & beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali amat kuat tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Q6.70. Dan tinggalkanlah orang-orang menjadikan agama mereka sebagai main-main & senda gurau, & mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dg Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung & tidak pula pemberi syafa'at selain daripada Allah.
4. Biarkanlah ‘mereka’ bermain-main dalam kesesatannya, jangan terpancing dan jangan ikuti alur (keinginan) ‘mereka’
Q4:140. Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari & diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dg mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik & orang-orang kafir di dalam Jahannam,
Q6.68. Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).
Q19:75. Katakanlah: "Barang siapa berada di dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan Maha Pemurah memperpanjang tempo baginya; sehingga apabila mereka telah melihat apa diancamkan kepadanya, baik siksa maupun kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa lebih jelek kedudukannya & lebih lemah penolong-penolongnya."
Q43:83. Maka biarlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) & bermain-main sampai mereka menemui hari dijanjikan kepada mereka.
5. (Penyesalan) ‘Mereka’ di akhirat kelak
Q26:6. Sungguh mereka telah mendustakan (Al Quran), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita selalu mereka perolok-olokkan.
Q4:115. Dan barangsiapa menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, & mengikuti jalan bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan telah dikuasainya itu & Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, & Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.
Q14:44. Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang zalim: "Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau & akan mengikuti rasul-rasul." (Kepada mereka dikatakan): "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?”
Q39:71. Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya & berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu & memperingatkan kepadamu akan pertemuan dg hari ini?" Mereka menjawab: "Benar (telah datang)."Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang kafir.
Q67:8-10. hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?" Mereka menjawab: "Benar ada", sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) & kami katakan: "Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan besar." Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka menyala-nyala."
Q35:37. Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal saleh berlainan dg telah kami kerjakan." Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa cukup untuk berfikir bagi orang mau berfikir, & (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) & tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolongpun.
Q78:40. Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa dekat, pada hari manusia melihat apa telah diperbuat oleh kedua tangannya; & orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah."
Q18:106. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka & disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku & rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.
Pedihnya azab neraka!
Q4:56 "Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka terbakar hangus, Kami ganti kulit mereka dgn kulit yg lain agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagiMaha Bijaksana."
Secara anatomi lapisan kulit terdiri atas 3 lapisan global yaitu: Epidermis, Dermis, & Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis terdapat banyak ujung pembuluh darah & syaraf, sehingga ketika terjadi combustio grade III (luka bakar yg telah melampaui lapisan Sub Cutis) maka rasa nyeri akan hilang. Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf afferent yang membangkitkan sensasi persepsi. Itulah sebabnya Allah swt menumbuhkan kembali (mengganti) kulit yg rusak pada saat ia menyiksa hamba-Nya yg kafir supaya hamba-Nya tersebut dapat merasakan pedihnya azab Allah swt tersebut.
Artikel lain tentang neraka: http://adanipermana.000webhost.info/Artikel/neraka1.htm
Kamis, 13 Agustus 2009
tanda tanda sahid pada zenazah air dan eko
Jakrata (arrahmah.com) - Pagi ini, Kamis, 13-08-09 sebuah sms masuk ke redaksi Arrahmah.com. Si pengirim sms teryata saksi mata yang baru saja mengikuti proses pemakaman Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono, di Solo, Jawa Tengah.
Si pengirim sms bersaksi bahwa dia dan banyak pelayat lainnya melihat tanda-tanda seseorang yang mati syahid berjuang di jalan Allah. Mereka pun minta agar informasi ini bisa disebarluaskan ke seluruh kaum Muslimin agar menjadi pelajaran!
Pekikan Allahu Akbar MembahanaGema takbir membahana seketika di saat jenazah Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono tiba di kampungnya, Solo, Kamis, 13-08-09, sekitar pukul 1.30 WIB. Para penyambut jenazah yang sebagian besar para pemuda itu menyambut jenazah kedua syahid (Insya Allah) ini dengan pekikan takbir bersahutan. Pekikan takbir ini semakin syahdu dengan latar belakang spanduk besar berwarna hitam dengan tulisan putih. Selamat Datang Pahlawan Islam. Asy Syahid Air Setiawan, Eko Joko Sarjono. (Jihad Still Continue).Di saat keranada jenazah memasuki ruangan yang sempit dan pengap, tiba-tiba bau wangi menyebar ke seluruh ruangan dan membuat heran para pelayat. Inilah tanda pertama yang dialami saksi mata tersebut.Kemudian ketika jenazah dibaringkan dan diperlihatkan, maka terlihat jelas bulir-bulir keringat menempel di tubuh keduanya. Keringat yang terlihat tersebut bagaikan keringat orang yang masih hidup dan sedang kegerahan. Subhanallah!Yang lebih mencengangkan lagi, para pelayat juga melihat adanya darah yang tetap mengalir dari telinga, hidung dan bekas luka, dan kepala jenazah keduanya, seperti layaknya seseorang yang masih hidup dan terluka. Padahal sebagaimana diketahui mereka berdua sudah berhari-hari terbunuh. Ini menjadi tanda-tanda lainnya atas kesyahidan mereka. Jenazah mereka berdua, dimakamkan berdampingan di pemakaman Muslim Kaliyoso, Sragen, Jawa Tengah, sekitar pukul 10.15 WIB hari ini. Selamat jalan syuhada! Wallahu’alam bis showab! (M.Fachry/POJ/arrahmah.com)
Baca Juga
Tanda-Tanda Syahid Muncul Pada Jenazah Air dan Eko Peyang
Abu Bakar Ba’asyir Pimpin Doa di Pemakaman Air dan Eko
Si pengirim sms bersaksi bahwa dia dan banyak pelayat lainnya melihat tanda-tanda seseorang yang mati syahid berjuang di jalan Allah. Mereka pun minta agar informasi ini bisa disebarluaskan ke seluruh kaum Muslimin agar menjadi pelajaran!
Pekikan Allahu Akbar MembahanaGema takbir membahana seketika di saat jenazah Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono tiba di kampungnya, Solo, Kamis, 13-08-09, sekitar pukul 1.30 WIB. Para penyambut jenazah yang sebagian besar para pemuda itu menyambut jenazah kedua syahid (Insya Allah) ini dengan pekikan takbir bersahutan. Pekikan takbir ini semakin syahdu dengan latar belakang spanduk besar berwarna hitam dengan tulisan putih. Selamat Datang Pahlawan Islam. Asy Syahid Air Setiawan, Eko Joko Sarjono. (Jihad Still Continue).Di saat keranada jenazah memasuki ruangan yang sempit dan pengap, tiba-tiba bau wangi menyebar ke seluruh ruangan dan membuat heran para pelayat. Inilah tanda pertama yang dialami saksi mata tersebut.Kemudian ketika jenazah dibaringkan dan diperlihatkan, maka terlihat jelas bulir-bulir keringat menempel di tubuh keduanya. Keringat yang terlihat tersebut bagaikan keringat orang yang masih hidup dan sedang kegerahan. Subhanallah!Yang lebih mencengangkan lagi, para pelayat juga melihat adanya darah yang tetap mengalir dari telinga, hidung dan bekas luka, dan kepala jenazah keduanya, seperti layaknya seseorang yang masih hidup dan terluka. Padahal sebagaimana diketahui mereka berdua sudah berhari-hari terbunuh. Ini menjadi tanda-tanda lainnya atas kesyahidan mereka. Jenazah mereka berdua, dimakamkan berdampingan di pemakaman Muslim Kaliyoso, Sragen, Jawa Tengah, sekitar pukul 10.15 WIB hari ini. Selamat jalan syuhada! Wallahu’alam bis showab! (M.Fachry/POJ/arrahmah.com)
Baca Juga
Tanda-Tanda Syahid Muncul Pada Jenazah Air dan Eko Peyang
Abu Bakar Ba’asyir Pimpin Doa di Pemakaman Air dan Eko
Sabtu, 08 Agustus 2009
Amanda : Berawal Benci, Berakhir Cinta
Meski awalnya “membenci” Islam, gadis IOWA yang tinggal di Connecticut ini pun akhirnya ‘jatuh cinta’ pada Islam. Ia, akhirnya melafazkan syahadatSekitar awal September 2006 lalu, kelas Islamic Forum for non Muslims kedatangan seorang gadis bule bermata biru. Duduk di salah satu sudut ruang dengan mata yang tajam, hampir tidak kerkedip dan bahkan memperlihatkan pandangan yang tajam. Beberapa kali lolucen yang saya sampaikan dalam kelas itu, tidak juga menjadikannya tersenyum.
Ketika sesi tanya jawab dimulai, sang gadis itu mengangkat tangan, dan tanpa tersenyum menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang menjadikan sebagian peserta ternganga, dan bahkan sebagian menyangka kalau saya akan tersinggung dengan pertanyaan-pertanyaan itu.
“If Muhammad is a true prophet, then why he robbed and killed?”, tanyanya dengan suara yang lembut tapi tegas. “Why he forced the Jews to leave their homes, while they have been settled in Madinah a long time before Muhammad was born?”, lanjutnya.
Sambil tersenyum saya balik bertanya, “Where did you get this information? I mean, which book did you read”. Dia kemudian memperlihatkan beberapa buku yang dibawanya, termasuk beberapa tulisan/artikel yang diambil dari berbagai sumber di internet. Saya meminta sebagian buku dan artikel tersebut, tapi justru saya tidak menanggapi pertanyaan-pertanyaannya.
Saya balik bertanya, “Where are you from and where do you live?”. Ternyata dia adalah gadis IOWA yang sekarang ini tinggal di Connecticut.
Sambil memperkenalkan diri lebih jauh saya memperhatikan “kejujuran” dan “inteligensia” gadis tersebut. Walaupun masih belum bisa memperlihatkan wajah persahabatan, tapi nampaknya dia adalah gadis apa adanya.
Dia seorang “saintis” yang bekerja di salah satu lembaga penelitian di New York. Tapi menurutnya lagi, dan sinilah baru nampak sedikit senyum, “I am an IOWAN girl”. Ketika saya tanya apa maksudnya, dia menjawab: “a very country girl”.
Oleh karena memang situasi tidak memungkin bagi saya untuk langsung berdebat dengannya perihal pertanyaan-pertanyaan yang dilemparkan, saya mengusulkan agar pertanyaan-pertanyaannya dikirimkan ke saya melalui email, untuk selanjuntnya bisa berdiskusi lewat email dan juga pada pertemuan berikutnya. Kelas sore itupun bubar, tapi pertanyaan-pertanyaan gadis IOWA ini terus menggelitik benak saya.
Di malam hari, saya buka email sebelum tidur sebagaimana biasa. Gadis IOWA ini pun memenuhi permintaan saya. Ia memperkenalkan diri sebagai Amanda. Ia mengirimkan email dengan lampiran 4 halaman penuh dengan pertanyaan-pertanyaan –khususunya– mengenai Rasulullah SAW. Saya sekali lagi tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, tapi mengajak untuk datang ke kelas Islamic Forum pada Sabtu berikutnya.
Ternyata, mungkin dia sadari sendiri bahwa beberapa peserta Forum pada Sabtu tadi kurang sreg dengan pertanyaan-pertanyaannya yang dianggap terlalu “polos dan tajam”. Maka dia mengusulkan kalau saya bisa menyediakan waktu khusus baginya untuk diskusi. Sayapun menerima usulan itu untuk berdiskusi dengannya setiap Kamis sore setelah jam kerja di Islamic Center.
Kita pun sepakat bertemu setiap jam 5:30 hingga 7:00 pm. Satu setengah jam menurut saya cukup untuk berdiskusi dengannnya.
Tanpa diduga, ternyata bulan Ramadhan juga telah tiba. Maka kedatangannya yang pertama untuk berdialog dengan saya terjadi pada Kamis ketiga bulan September 2006, di saat kita sedang bersiap-siap untuk berbuka puasa.
Dia datang, seperti biasa dengan berkerudung seadanya, tapi kali ini dengan sangat sopan, walau tetap dengan pandangan yang sepertinya curiga.
Kita memulai diskusi dengan pertanyaan-pertanyaan yang telah dikirimkan lewat email itu. Ternyata, baru satu masalah yang didiskusikan, sesekali diselingi sedikit perdebatan yang emosional. Adzan buka puasa telah dikumandangkan. Maka dengan sopan saya minta izin Amanda untuk berbuka puasa, tapi tidak lupa menawarkan jika ingin bergabung dengan saya. Ternyata, Amanda senang untuk ikut makan sore (ikut buka) dan nampak menikmati hidangan itu.
Setelah berbuka puasa, karena harus mengisi ceramah, saya sampaikan ke Amanda bahwa diskusi kita akan dilanjutkan Kamis selanjutnya. Tapi jika masih berkenan hadir, saya mempesilahkan datang ke Forum hari Sabtu. Dia berjanji untuk datang.
Sabtu berikutnya, dia datang dengan wajah yang lebih ramah. Duduk nampak lebih tenang, tapi seolah masih berat untuk tersenyum. Padahal, diskusi saya itu terkadang penuh dengan candaan. Maklumlah, selain memang dimaksudkan untuk tidak menampilkan Islam dengan penuh “kaku” saya ingin menyampaikan ke mereka bahwa Muslim itu juga sama dengan manusia lain, bisa bercanda (yang baik), tersenyum, dan seterusnya.
Amanda nampak serius memperhatikan semua poin-poin yang saya jelaskan hari itu. Kebetulan kita membahas mengenai penciptaan Hawa dalam konteks Al-Qur’an. Intinya menjelaskan bagaimana proses penciptaan Hawa dalam prospektif sejarah, dan juga bagaimana Al-Qur’an mendudukkan Hawa dalam konteks “gender” yang ramai diperdebatkan saat ini. Keseriusan Amanda ini hampir menjadikan saya curiga bahwa dia sedang mencari-cari celah untuk menyampaikan pertanyaan yang menyerang.
Ternyata sangkaan saya itu salah. Kini Amanda sebelum menyampaikan pertanyaan justeru bertanya dulu, “Is it ok to ask this question?”. Biasanya dengan tegas saya sampaikan, “Nothing is to be hesitant to ask on any thing or any issue in Islam. You may ask any issue range from theological issues up to social ones”.
Amanda pun menanyakan beberapa pertanyaan mengenai wanita, tapi kali ini dengan sopan. Hijab, poligami, konsep “kekuasaan” (yang dia maksudkan adalah qawwamah), dll. Saya hampir tidak percaya, bagaimana Amanda paham semua itu. Dan terkadang dalam menyampaikan pertanyaan-pertanyaan itu disertai bukti-bukti yang didapatkan dari buku-buku –yang justeru– ditulis oleh para ulama terdahulu.
Saya berusaha menjawab semua itu dengan argumentasi-argumentasi “aqliyah”, karena memang saya melihat Amanda adalah seseorang yang sangat rasional. Alhamdulillah, saya tidak tahu, apakah dia memang puas atau tidak, tapi yang pasti nampak Amanda mengangguk-anggukkan kepala.
Demikian beberapa kali pertemuan. Hingga tibalah hari Idul Fitri. Amanda ketika itu saya ajak untuk mengikuti “Open House” di rumah beberapa pejabat RI di kota New York.
Karena dia masih kerja, dia hanya sempat datang ke kediaman Wakil Dubes RI untuk PBB. Di sanalah, sambil menikmati makanan Indonesia, Amanda kembali menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang tajam. “If Islam respects religious freedom, why Ahmadiyah in Indonesia is banned? Why Lia Aminuddin is arrested?”.
Saya justeru terkejut dengan informasi yang Amanda sampaikan. Saya pribadi tidak banyak membaca hal ini, dan tidak terlalu mempedulikan. Maka saya jelaskan, dalam semua Negara tentu ada peraturan-peraturan yang perlu dipatuhi. Ahmadiyah dan Lia Aminuddian, jelas saya, bukan mendirikan agama baru tapi mendistorsi agama Islam. Oleh karena mereka merusak agama yang diyakini oleh masyarakat Muslim banyak, pemerintah perlu menertibkan ini. Kelihatannya penjelasan saya kurang memuaskan, tapi diskusi kekudian berubah haluan kepada makanan dan tradisi halal bihalal.
Singat cerita, beberapa Minggu kemudian Amanda mengirimkan email dengan bunyi sebagai berikut, “I think I start having my faith in Islam”. Saya hanya mengatakan, “All is in God’s hands and yours. I am here to assist you to find the truth that you are looking for”. Cuma, Amanda mengatakan bahwa perjalanannya untuk belajar Islam ini akan mengambil masa yang panjang.
“When I do some thing, I do it with a commitment. And I truly want to know Islam”. Saya hanya menjawabnya, “Take you time, Amanda”.
Alhamdulillah, setelah mempelajari Islam hampir tujuh bulan, dan setelah membaca berbagai referensi, termasuk tafsir Fii Zilalil Qur’an (Inggris version) dan Tafhimul Qur’an (English), dan beberapa buku hadits, Amanda mulai serius mempelajari Islam.
Minggu lalu, ia mengirimkan email ke saya. Isinya begini, “I have decided a very big decision..and I think you know what I mean. I am very scared now. Do you have some words of wisdoms?”.
Saya menjawab, “Amanda, you have searched it, and now you found it. Why you have to be scared?. You believe in God, and God is there to take your hands. Be confident in what you believe in”.
Tiga hari lalu, Amanda mengirimkan kembali emailnya dan mengatakan bahwa dia berniat untuk secara formal mengucapkan “syahahat” pada hari Senin mendatang (tanggal 5 Maret 2007 kemarin). Saya bertanya, kenapa bukan hari Sabtu atau Ahad agar banyak teman-teman yang bisa mengikuti? Dia menjawab bahwa beberapa teman dekatnya hanya punya waktu hari Senin.
Alhamdulillah, disaksikan sekitar 10 teman-teman dekat Amanda (termasuk non Muslim), persis setelah adzan Magrib saya tuntun ia melafazkan “Asy-hadu an laa ilaaha illa Allah-wa asyhadu anna Muhammadan Rasul Allah”, diiringi pekik takbir dan tetesan airmata beberapa temannya yang ikut hadir. Amandapun melakukan shalat pertama sebagai Muslim sore itu diikuti dengan doa bersama semoga Allah menguatkan jalannya menuju ridho Ilahi. oleh M. Syamsi Ali.
Amanda, selamat dan semoga Allah SWT selalu menjagamu dan menjadikanmu “pejuang” kebenaran! [www.hidayatullah.com] New York, 6 Maret 2007
*) Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New York. Syamsi adalah penulis rubrik “Kabar Dari New York” di www.hidayatullah.com
Ketika sesi tanya jawab dimulai, sang gadis itu mengangkat tangan, dan tanpa tersenyum menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang menjadikan sebagian peserta ternganga, dan bahkan sebagian menyangka kalau saya akan tersinggung dengan pertanyaan-pertanyaan itu.
“If Muhammad is a true prophet, then why he robbed and killed?”, tanyanya dengan suara yang lembut tapi tegas. “Why he forced the Jews to leave their homes, while they have been settled in Madinah a long time before Muhammad was born?”, lanjutnya.
Sambil tersenyum saya balik bertanya, “Where did you get this information? I mean, which book did you read”. Dia kemudian memperlihatkan beberapa buku yang dibawanya, termasuk beberapa tulisan/artikel yang diambil dari berbagai sumber di internet. Saya meminta sebagian buku dan artikel tersebut, tapi justru saya tidak menanggapi pertanyaan-pertanyaannya.
Saya balik bertanya, “Where are you from and where do you live?”. Ternyata dia adalah gadis IOWA yang sekarang ini tinggal di Connecticut.
Sambil memperkenalkan diri lebih jauh saya memperhatikan “kejujuran” dan “inteligensia” gadis tersebut. Walaupun masih belum bisa memperlihatkan wajah persahabatan, tapi nampaknya dia adalah gadis apa adanya.
Dia seorang “saintis” yang bekerja di salah satu lembaga penelitian di New York. Tapi menurutnya lagi, dan sinilah baru nampak sedikit senyum, “I am an IOWAN girl”. Ketika saya tanya apa maksudnya, dia menjawab: “a very country girl”.
Oleh karena memang situasi tidak memungkin bagi saya untuk langsung berdebat dengannya perihal pertanyaan-pertanyaan yang dilemparkan, saya mengusulkan agar pertanyaan-pertanyaannya dikirimkan ke saya melalui email, untuk selanjuntnya bisa berdiskusi lewat email dan juga pada pertemuan berikutnya. Kelas sore itupun bubar, tapi pertanyaan-pertanyaan gadis IOWA ini terus menggelitik benak saya.
Di malam hari, saya buka email sebelum tidur sebagaimana biasa. Gadis IOWA ini pun memenuhi permintaan saya. Ia memperkenalkan diri sebagai Amanda. Ia mengirimkan email dengan lampiran 4 halaman penuh dengan pertanyaan-pertanyaan –khususunya– mengenai Rasulullah SAW. Saya sekali lagi tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, tapi mengajak untuk datang ke kelas Islamic Forum pada Sabtu berikutnya.
Ternyata, mungkin dia sadari sendiri bahwa beberapa peserta Forum pada Sabtu tadi kurang sreg dengan pertanyaan-pertanyaannya yang dianggap terlalu “polos dan tajam”. Maka dia mengusulkan kalau saya bisa menyediakan waktu khusus baginya untuk diskusi. Sayapun menerima usulan itu untuk berdiskusi dengannya setiap Kamis sore setelah jam kerja di Islamic Center.
Kita pun sepakat bertemu setiap jam 5:30 hingga 7:00 pm. Satu setengah jam menurut saya cukup untuk berdiskusi dengannnya.
Tanpa diduga, ternyata bulan Ramadhan juga telah tiba. Maka kedatangannya yang pertama untuk berdialog dengan saya terjadi pada Kamis ketiga bulan September 2006, di saat kita sedang bersiap-siap untuk berbuka puasa.
Dia datang, seperti biasa dengan berkerudung seadanya, tapi kali ini dengan sangat sopan, walau tetap dengan pandangan yang sepertinya curiga.
Kita memulai diskusi dengan pertanyaan-pertanyaan yang telah dikirimkan lewat email itu. Ternyata, baru satu masalah yang didiskusikan, sesekali diselingi sedikit perdebatan yang emosional. Adzan buka puasa telah dikumandangkan. Maka dengan sopan saya minta izin Amanda untuk berbuka puasa, tapi tidak lupa menawarkan jika ingin bergabung dengan saya. Ternyata, Amanda senang untuk ikut makan sore (ikut buka) dan nampak menikmati hidangan itu.
Setelah berbuka puasa, karena harus mengisi ceramah, saya sampaikan ke Amanda bahwa diskusi kita akan dilanjutkan Kamis selanjutnya. Tapi jika masih berkenan hadir, saya mempesilahkan datang ke Forum hari Sabtu. Dia berjanji untuk datang.
Sabtu berikutnya, dia datang dengan wajah yang lebih ramah. Duduk nampak lebih tenang, tapi seolah masih berat untuk tersenyum. Padahal, diskusi saya itu terkadang penuh dengan candaan. Maklumlah, selain memang dimaksudkan untuk tidak menampilkan Islam dengan penuh “kaku” saya ingin menyampaikan ke mereka bahwa Muslim itu juga sama dengan manusia lain, bisa bercanda (yang baik), tersenyum, dan seterusnya.
Amanda nampak serius memperhatikan semua poin-poin yang saya jelaskan hari itu. Kebetulan kita membahas mengenai penciptaan Hawa dalam konteks Al-Qur’an. Intinya menjelaskan bagaimana proses penciptaan Hawa dalam prospektif sejarah, dan juga bagaimana Al-Qur’an mendudukkan Hawa dalam konteks “gender” yang ramai diperdebatkan saat ini. Keseriusan Amanda ini hampir menjadikan saya curiga bahwa dia sedang mencari-cari celah untuk menyampaikan pertanyaan yang menyerang.
Ternyata sangkaan saya itu salah. Kini Amanda sebelum menyampaikan pertanyaan justeru bertanya dulu, “Is it ok to ask this question?”. Biasanya dengan tegas saya sampaikan, “Nothing is to be hesitant to ask on any thing or any issue in Islam. You may ask any issue range from theological issues up to social ones”.
Amanda pun menanyakan beberapa pertanyaan mengenai wanita, tapi kali ini dengan sopan. Hijab, poligami, konsep “kekuasaan” (yang dia maksudkan adalah qawwamah), dll. Saya hampir tidak percaya, bagaimana Amanda paham semua itu. Dan terkadang dalam menyampaikan pertanyaan-pertanyaan itu disertai bukti-bukti yang didapatkan dari buku-buku –yang justeru– ditulis oleh para ulama terdahulu.
Saya berusaha menjawab semua itu dengan argumentasi-argumentasi “aqliyah”, karena memang saya melihat Amanda adalah seseorang yang sangat rasional. Alhamdulillah, saya tidak tahu, apakah dia memang puas atau tidak, tapi yang pasti nampak Amanda mengangguk-anggukkan kepala.
Demikian beberapa kali pertemuan. Hingga tibalah hari Idul Fitri. Amanda ketika itu saya ajak untuk mengikuti “Open House” di rumah beberapa pejabat RI di kota New York.
Karena dia masih kerja, dia hanya sempat datang ke kediaman Wakil Dubes RI untuk PBB. Di sanalah, sambil menikmati makanan Indonesia, Amanda kembali menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang tajam. “If Islam respects religious freedom, why Ahmadiyah in Indonesia is banned? Why Lia Aminuddin is arrested?”.
Saya justeru terkejut dengan informasi yang Amanda sampaikan. Saya pribadi tidak banyak membaca hal ini, dan tidak terlalu mempedulikan. Maka saya jelaskan, dalam semua Negara tentu ada peraturan-peraturan yang perlu dipatuhi. Ahmadiyah dan Lia Aminuddian, jelas saya, bukan mendirikan agama baru tapi mendistorsi agama Islam. Oleh karena mereka merusak agama yang diyakini oleh masyarakat Muslim banyak, pemerintah perlu menertibkan ini. Kelihatannya penjelasan saya kurang memuaskan, tapi diskusi kekudian berubah haluan kepada makanan dan tradisi halal bihalal.
Singat cerita, beberapa Minggu kemudian Amanda mengirimkan email dengan bunyi sebagai berikut, “I think I start having my faith in Islam”. Saya hanya mengatakan, “All is in God’s hands and yours. I am here to assist you to find the truth that you are looking for”. Cuma, Amanda mengatakan bahwa perjalanannya untuk belajar Islam ini akan mengambil masa yang panjang.
“When I do some thing, I do it with a commitment. And I truly want to know Islam”. Saya hanya menjawabnya, “Take you time, Amanda”.
Alhamdulillah, setelah mempelajari Islam hampir tujuh bulan, dan setelah membaca berbagai referensi, termasuk tafsir Fii Zilalil Qur’an (Inggris version) dan Tafhimul Qur’an (English), dan beberapa buku hadits, Amanda mulai serius mempelajari Islam.
Minggu lalu, ia mengirimkan email ke saya. Isinya begini, “I have decided a very big decision..and I think you know what I mean. I am very scared now. Do you have some words of wisdoms?”.
Saya menjawab, “Amanda, you have searched it, and now you found it. Why you have to be scared?. You believe in God, and God is there to take your hands. Be confident in what you believe in”.
Tiga hari lalu, Amanda mengirimkan kembali emailnya dan mengatakan bahwa dia berniat untuk secara formal mengucapkan “syahahat” pada hari Senin mendatang (tanggal 5 Maret 2007 kemarin). Saya bertanya, kenapa bukan hari Sabtu atau Ahad agar banyak teman-teman yang bisa mengikuti? Dia menjawab bahwa beberapa teman dekatnya hanya punya waktu hari Senin.
Alhamdulillah, disaksikan sekitar 10 teman-teman dekat Amanda (termasuk non Muslim), persis setelah adzan Magrib saya tuntun ia melafazkan “Asy-hadu an laa ilaaha illa Allah-wa asyhadu anna Muhammadan Rasul Allah”, diiringi pekik takbir dan tetesan airmata beberapa temannya yang ikut hadir. Amandapun melakukan shalat pertama sebagai Muslim sore itu diikuti dengan doa bersama semoga Allah menguatkan jalannya menuju ridho Ilahi. oleh M. Syamsi Ali.
Amanda, selamat dan semoga Allah SWT selalu menjagamu dan menjadikanmu “pejuang” kebenaran! [www.hidayatullah.com] New York, 6 Maret 2007
*) Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New York. Syamsi adalah penulis rubrik “Kabar Dari New York” di www.hidayatullah.com
Naoko Kasai : Mengenal Islam Lewat Pergaulan
Saya lahir di Jepang pada tanggal 25 Maret 1970. Orang tua saya memberi saya nama Naoko Kasai. Sebagaimana orang tua, mereka mendidik saya dengan baik. Tugas saya hanya belajar dan belajar, setelah itu bekerja. Karena demikian tegasnya sikap orang tua, saya akhimya dapat mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Meiji. Setelah lulus saya bekerja sebagai wartawan pada sebuah penerbitan khusus bidang pertanian.
Dari pekerjaan sebagai wartawan itulah, saya mulai banyak bergaul dengan beragam karakter manusia dari berbagai bangsa, mulai mahasiswa yang sedang belajar sampai para pekerja asing yang bekerja di kota-kota Jepang.
Suatu ketika saya datang ke Universitas Tokyo. Di sana saya bertemu danberkenalan dengan seorang mahasiswa yang berasal dari Turki. Awal perkenalan itu hanyalah berbincang-bincang soal biasa. Karena hampir setiap minggu kami bertentu, pembicaraan pun kian melebar ke hal-hal yang serius, seperti masalah agama.
Mahasiswa Turki tersebut adalah seorang muslim. Sedangkan, saya anak seorang penganut Shinto (sebuah sekte agama Budha yang berkembang di Jepang). Karena saya seorang wartawan maka rasa keingintahuan saya pada Islam begitu kuat. Di dalam negeri saya sendiri, Islam tidak begitu dikenal. Yang ada hanya Shinto sebagai kepercayaan dan Kristen sebagai agama. Itu pun tidak begitu taat dianut masyarakat.
Saya ingin mahasiswa Turki itu bercerita banyak mengenai Islam yang sesungguhnya. Sebab, saya dan kaum muda Jepang lainnya, sangat menggandrungi kebudayaan Amerika. Dari kebudayaan Amerika yang merasuk pada berbagai sektor kehidupan, tersebar informasi yang mengatakan bahwa agama Islam adalah agama kaum teroris dan masyarakat yang terbelakang.
Mahasiswa Turki itu bercerita tentang Tuhan, yang oleh umat Islam disebut Allah, dan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya, serta pokok-pokok ajaran Islam lainnya. “Apakah benar Tuhan itu ada?” tanya saya menggebu-gebu. Mahasiswa Turki itu menjawab, “Tuhan itu ada.” la sangat meyakininya. Sebagai seorang muslim, ia pun melaksanakan ibadah shalat di mana pun ia berada. la pun meluruskan pandangan saya yang negatif tentang Islam akibat propaganda orang-orang Barat.
Tertarik Kepada Islam
Dari cerita mahasiswa Turki itu, saya makin tertarik. Terus terang, masyarakat Jepang jarang bercerita tentang agama. Dan informasi mengenai agama lain pun kurang terdengar, apalagi Islam. Justru yang selalu mereka dengungkan adalah belajar, belajar, dan bekerja. Agama bukanlah hat yang pokok. Shinto hanya sebuah kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Jepang yang dijadikan kepercayaan negara. Oleh sebagian kaum tua Jepang, kepercayaan Shinto masih tetap hidup. Misalnya, ketika panen melimpah, mereka melakukan upacara untuk mengucapkan terima kasih pada Dewa Inori (dewa pertanian). Tapi kini, kepercayaan Shinto sudah dianggap keno dan tergusur oleh kemajuan zaman.
Islam yang diceritakan oleh teman Turki saya itu, telah menimbuikan rasa simpati dalam diri saya. Saya kagum dan terkejut. Katanya, Islam sudah mendunia (dianut oleh masyarakat dunia) dan Islam berbicara melintasi alam dunia (akhirat). Dari sinilah saya tak bisa tidur, Saya gelisah.
Akhimya saya putuskan belajar untuk mengetahui tentang Islam lebih lanjut. Lalu, saya mendatangi Islamic Center of Japan. Di sana Saya membaca buku terjemahan dari bahasa Arab mengenai hal-hal yang mendasar dalam Islam, seperti shalat, puasa, dan sebagainya. Oleh pengurus Islamic Center, saya diberi buku-buku secara gratis.
Tapi, itu pun kurang memuaskan rasa ingin tahu saga tentang Islam. Saya pun mulai bergaul dengan para pekerja asal Indonesia, yang rata-rata beragama Islam. Pergaulan saya dengan para pekerja Indonesia inilah yang membuat saya mulai tertarik datang ke Indonesia. Saya ingin tahu masyarakat Islam di Indonesia. Tapi, saya masih perlu belajar lebih jauh tentang Islam.
Tidak terasa, sudah tiga tahun saya mengenal Islam. Hati kecil saya menvatakan agar saya memeluk agama Islam. Namun timbul keraguan, karena pengetahuan saya tentang Islam masih kurang.
Masuk Islam
Alhamdulillah, taufik dan hidayah Allah itu akhirnya datang juga kepada saya. Pada bulan Mei 1997, di sebuah masjid di daerah Jakarta Timur, saya mengikrarkan diri menjadi seorang muslimah. Saya mengucapkan dua kalimat syahadat. Saya pun mengganti nama menjadi Naoko Nani Kartika Sari.
Perihal keislaman saya, sengaja tidak saya beritahukan kepada prang tua. Karena sava khawatir, informasi mengenaiIslam yang negatif masih mempengaruhi ibu saya. Tapi akhirnva beliau saya beritahu juga. Syukurlah, sikap ibu tidak seperti yang saya duga. Ibu tidak terpengaruh pada informasi itu. la juga tidak marah. Ia menanggapinya biasa-biasa saja.
Setelah menjadi seorang muslimah, saga mulai belajar shalat dan ibadah lainnya. Pertama kali shalat, sava merasakan kedamaian dan ketenangan. Islam membuat jiwa saya tenang dan damai. Apalagi kini saya berada di negara yang mayoritas beragama Islam.
Saya menikah dengan warga negara Indonesia dan kini tinggal di Indonesia. Dari pernikahan ini, saya mengakui tidak dapatbelajar banyak mengenai Islam dari suami sava. Untuk mendalami ajaran Islam dengan segala aspeknya, sava belajar dari ibu angkat sava, Ibu Maini namanya.
Dari beliaulah saya merasakan ketenangan beragama. Beliau sangat sabar membimbing saya. Saya dibimbingnya berpuasa pada bulan Ramadhan, shalat tarawih, dan shalat Idul Fitri, dan ibadah-ibadah lainnya. Misalnya, pada Idul Adha kemarin, saya dibimbing untuk berkurban dengan satu ekor kambing.
Inilah kegiatan keagamaan yang terasa dalam hati sanubari sava. Saya bersyukur, walau jauh dari tanah kelahiran, namun pengamalan nilai-nilai ibadah mendapat bimbingan dari saudara-saudara seiman. Lewat pergaulan antarumat manusialah yang membuat mata batin sava terbuka dan menemukan Islam sebagai agama.
Oleh Maulana M./Albaz dari Buku “Saya memilih Islam” Penyusun Abdul Baqir Zein, Penerbit Gema Insani Press website : http://www.gemainsani.co.id/ oleh Mualaf Online Center (MCOL) http://www.mualaf.com
Dari pekerjaan sebagai wartawan itulah, saya mulai banyak bergaul dengan beragam karakter manusia dari berbagai bangsa, mulai mahasiswa yang sedang belajar sampai para pekerja asing yang bekerja di kota-kota Jepang.
Suatu ketika saya datang ke Universitas Tokyo. Di sana saya bertemu danberkenalan dengan seorang mahasiswa yang berasal dari Turki. Awal perkenalan itu hanyalah berbincang-bincang soal biasa. Karena hampir setiap minggu kami bertentu, pembicaraan pun kian melebar ke hal-hal yang serius, seperti masalah agama.
Mahasiswa Turki tersebut adalah seorang muslim. Sedangkan, saya anak seorang penganut Shinto (sebuah sekte agama Budha yang berkembang di Jepang). Karena saya seorang wartawan maka rasa keingintahuan saya pada Islam begitu kuat. Di dalam negeri saya sendiri, Islam tidak begitu dikenal. Yang ada hanya Shinto sebagai kepercayaan dan Kristen sebagai agama. Itu pun tidak begitu taat dianut masyarakat.
Saya ingin mahasiswa Turki itu bercerita banyak mengenai Islam yang sesungguhnya. Sebab, saya dan kaum muda Jepang lainnya, sangat menggandrungi kebudayaan Amerika. Dari kebudayaan Amerika yang merasuk pada berbagai sektor kehidupan, tersebar informasi yang mengatakan bahwa agama Islam adalah agama kaum teroris dan masyarakat yang terbelakang.
Mahasiswa Turki itu bercerita tentang Tuhan, yang oleh umat Islam disebut Allah, dan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya, serta pokok-pokok ajaran Islam lainnya. “Apakah benar Tuhan itu ada?” tanya saya menggebu-gebu. Mahasiswa Turki itu menjawab, “Tuhan itu ada.” la sangat meyakininya. Sebagai seorang muslim, ia pun melaksanakan ibadah shalat di mana pun ia berada. la pun meluruskan pandangan saya yang negatif tentang Islam akibat propaganda orang-orang Barat.
Tertarik Kepada Islam
Dari cerita mahasiswa Turki itu, saya makin tertarik. Terus terang, masyarakat Jepang jarang bercerita tentang agama. Dan informasi mengenai agama lain pun kurang terdengar, apalagi Islam. Justru yang selalu mereka dengungkan adalah belajar, belajar, dan bekerja. Agama bukanlah hat yang pokok. Shinto hanya sebuah kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Jepang yang dijadikan kepercayaan negara. Oleh sebagian kaum tua Jepang, kepercayaan Shinto masih tetap hidup. Misalnya, ketika panen melimpah, mereka melakukan upacara untuk mengucapkan terima kasih pada Dewa Inori (dewa pertanian). Tapi kini, kepercayaan Shinto sudah dianggap keno dan tergusur oleh kemajuan zaman.
Islam yang diceritakan oleh teman Turki saya itu, telah menimbuikan rasa simpati dalam diri saya. Saya kagum dan terkejut. Katanya, Islam sudah mendunia (dianut oleh masyarakat dunia) dan Islam berbicara melintasi alam dunia (akhirat). Dari sinilah saya tak bisa tidur, Saya gelisah.
Akhimya saya putuskan belajar untuk mengetahui tentang Islam lebih lanjut. Lalu, saya mendatangi Islamic Center of Japan. Di sana Saya membaca buku terjemahan dari bahasa Arab mengenai hal-hal yang mendasar dalam Islam, seperti shalat, puasa, dan sebagainya. Oleh pengurus Islamic Center, saya diberi buku-buku secara gratis.
Tapi, itu pun kurang memuaskan rasa ingin tahu saga tentang Islam. Saya pun mulai bergaul dengan para pekerja asal Indonesia, yang rata-rata beragama Islam. Pergaulan saya dengan para pekerja Indonesia inilah yang membuat saya mulai tertarik datang ke Indonesia. Saya ingin tahu masyarakat Islam di Indonesia. Tapi, saya masih perlu belajar lebih jauh tentang Islam.
Tidak terasa, sudah tiga tahun saya mengenal Islam. Hati kecil saya menvatakan agar saya memeluk agama Islam. Namun timbul keraguan, karena pengetahuan saya tentang Islam masih kurang.
Masuk Islam
Alhamdulillah, taufik dan hidayah Allah itu akhirnya datang juga kepada saya. Pada bulan Mei 1997, di sebuah masjid di daerah Jakarta Timur, saya mengikrarkan diri menjadi seorang muslimah. Saya mengucapkan dua kalimat syahadat. Saya pun mengganti nama menjadi Naoko Nani Kartika Sari.
Perihal keislaman saya, sengaja tidak saya beritahukan kepada prang tua. Karena sava khawatir, informasi mengenaiIslam yang negatif masih mempengaruhi ibu saya. Tapi akhirnva beliau saya beritahu juga. Syukurlah, sikap ibu tidak seperti yang saya duga. Ibu tidak terpengaruh pada informasi itu. la juga tidak marah. Ia menanggapinya biasa-biasa saja.
Setelah menjadi seorang muslimah, saga mulai belajar shalat dan ibadah lainnya. Pertama kali shalat, sava merasakan kedamaian dan ketenangan. Islam membuat jiwa saya tenang dan damai. Apalagi kini saya berada di negara yang mayoritas beragama Islam.
Saya menikah dengan warga negara Indonesia dan kini tinggal di Indonesia. Dari pernikahan ini, saya mengakui tidak dapatbelajar banyak mengenai Islam dari suami sava. Untuk mendalami ajaran Islam dengan segala aspeknya, sava belajar dari ibu angkat sava, Ibu Maini namanya.
Dari beliaulah saya merasakan ketenangan beragama. Beliau sangat sabar membimbing saya. Saya dibimbingnya berpuasa pada bulan Ramadhan, shalat tarawih, dan shalat Idul Fitri, dan ibadah-ibadah lainnya. Misalnya, pada Idul Adha kemarin, saya dibimbing untuk berkurban dengan satu ekor kambing.
Inilah kegiatan keagamaan yang terasa dalam hati sanubari sava. Saya bersyukur, walau jauh dari tanah kelahiran, namun pengamalan nilai-nilai ibadah mendapat bimbingan dari saudara-saudara seiman. Lewat pergaulan antarumat manusialah yang membuat mata batin sava terbuka dan menemukan Islam sebagai agama.
Oleh Maulana M./Albaz dari Buku “Saya memilih Islam” Penyusun Abdul Baqir Zein, Penerbit Gema Insani Press website : http://www.gemainsani.co.id/ oleh Mualaf Online Center (MCOL) http://www.mualaf.com
Wahyu Soeparno Putro : Hidayah Adzan Subuh
Awalnya, suara adzan Subuh adalah “musuh” bebuyutan Wahyu Soeparno Putro. Ia merasa, suara itu sangat terganggu tidurnya. Namun siapa nyana, suara adzan Subuh itu pula yang justru membawanya menemukan jalan menjadi seorang mualaf — seorang pemeluk Islam.
Sepenggal kesaksian spiritual itu seperti tak pernah bisa dilupakan pada ingatan lelaki kelahiran Skotlandia, 28 Juli 1963. Termasuk ketika berbincang santai kepada Republika yang menemuinya di sela-sela kesibukannya melakoni syuting sebuah program televisi di Jakarta, Senin (4/6) lalu.
Kenangan itu ibaratnya telah menjelma menjadi semacam sebuah napak tilas spiritual tertinggi bagi pemilik nama lahir Dale Andrew Collins-Smith. Ia antusias — walau kadang dengan berkaca-kaca — menceritakan kisah yang dilaluinya sekitar 12 tahun silam. Tepatnya, sekitar pada 1999 atau lima tahun setelah pengelanaannya ke Yogyakarta. Dale saat itu datang ke Yogyakarta dari Australia untuk mencari nafkah dari perusahaan kerajinan yang memekerjakan sedikitnya 700 karyawan.
Di Kota Gudeg itu, dia tinggal mengontrak bersama teman. Namun seiring waktu berjalan, dia kemudian bertemu dengan Soeparno. Soeparno ini adalah ayah beranak lima yang bekerja sebagai seorang satpam. Singkat cerita Dale ini kemudian diajak menetap bersama di rumah Soeparno sekaligus juga diangkat sebagai anak dari keluarga besar Soeparno.
Rumah Soeparno ini letaknya hanya sepelemparan batu saja ke arah masjid. Karena tak jauh dari masjid, tak mengherankan kalau setiap pagi suara adzan Subuh itu seperti meraung-raung di dekat daun telinganya. Rutinitas itu akhirnya membuat Dale selalu terbangun di pagi hari.
Bahkan setelah menetap cukup lama di rumah Soeparno itu, dia selalu terbangun 5-10 menit lebih awal dari adzan Subuh. ”Ini yang membuat saya heran,” katanya. ”Padahal sejak kecil saya tak pernah bisa bangun pagi, tapi di sana (Yogyakarta) saya mampu merubah pola hidup saya untuk bangun pagi.”
Di tengah proses menemukan ‘hidayah’, Dale yang telah menjadi yatim-piatu sejak usia 20 tahun itu kemudian mulai banyak bertanya-tanya tentang Islam. Hal-hal sederhana tentang Islam seperti sholat sampai puasa menjadi pertanyaan yang mengusik batinnya. Terkadang ia pun tak sungkan untuk bertanya kepada rekan-rekannya yang menganut Islam.
Pergaulan yang kian terjalin akrab dengan lingkungan Yogya itu ternyata melahirkan pula sebuah sikap toleransi beragama pada diri Dale. Ketika Ramadhan tiba dan rekan-rekannya berpuasa, dia seakan terpanggil untuk ‘ikut-ikutan’ berpuasa. ”Awalnya saya cuma ingin mengetahui saja seperti apa sih rasanya puasa,” kata dia. ”Tetapi setelah tahun ke dua atau ketiga di sana, puasa saya ternyata sudah full hingga puasa tahun kemarin,” sambungnya dengan penuh bangga.
Eksperimentasi dalam menjalani ibadah puasa maupun rutinitas bangun pagi menjelang adzan Subuh itu kemudian memberikan pula semacam perasaan tenang yang menjalar di dalam diri Dale. ”Saat itu saya merasa seperti sudah sangat dekat saja dengan orang-orang di sekitar saya,” katanya sambil mengaku pada fase tersebut dia sudah semakin fasih berbicara Indonesia.
Tak merasa cukup terjawab tentang Islam pada rekan sepergaulan, Dale kemudian memberanikan diri untuk bertanya kepada ketua pengurus masjid dekat tempatnya tinggal. Tapi sekali lagi, hasratnya untuk mengetahui Islam masih belum terpuaskan. Maka pada suatu ketika, bertemulah dia dengan seorang ustad bernama Sigit. Ustad ini masih berada satu kampung dengan tempat tinggalnya di kediaman Soeparno.
”Waktu saya ceritakan tentang pengalaman saya, dia malah berkata kepada saya,”Sepertinya malaikat mulai dekat dengan kamu’,” kata Dale menirukan ucapan Pak Sigit.
Mendengar ucapan itu, Dale merasakan seperti ada yang meledak-ledak di dalam dirinya. ”Semuanya seperti jatuh ke tempatnya,” kata dia menggambarkan situasi emosional dirinya ketika itu. ”Saat itu saya juga sudah bisa menangkap secara akal sehat tentang Islam,” ujarnya lagi. Ledakan yang ada di dalam diri itu kemudian membawa Dale terus menjalin hubungan dengan Pak Sigit. Dari sosok ustad itu, dia mengaku mendapatkan sebuah buku tentang Islam dan muallaf. Dan pada saat itu pula, niatnya untuk mempelajari sholat kian menggelora.
Di saat hasrat di dalam diri semakin ‘merasa’ Islam, Dale kemudian bertanya pada Soeparno. ”Saya merasa lucu karena sudah seperti merasa Muslim,” kata dia kepada Soeparno. ”Tetapi bagaimana caranya,” sambung dia kembali. Mendengar ucapan pria bule, Soeparno sangat terkejut. Lantas lelaki ini menyarankan agar Dale masuk Islam saja melalui bantuan Pak Sigit.
Lantas tidak membutuhkan waktu lama lagi, sekitar medio 1999, Dale Andrew Collins-Smith kemudian berpindah agama sekaligus berganti nama menjadi Wahyu Soeparno Putro. Dan, prosesi ‘hijrah’ itu dilakukannya di masjid yang mengumandangkan adzan Subuh dekat rumahnya. Yang dulu dianggap “mengganggu” tidurnya….
Dale Andrew Collins-SmithNama sekarang: Wahyu Soeparno PutroLahir : Skotlandia, 28 Juli 1963Pendidikan:Centre for the Performing Arts (Adelaide Australia)Victorian College of the Arts (Melbourne Australia)Profesi : Pemain Sinetron dan Presenter .( akb/riol )
Wahyu Bule Berharap Bisa Menjadi WNI : DI balik suksesnya sinetron “Toyib Minta Kawin”, ada sosok yang tak bisa dilepaskan begitu saja. Dia adalah Wahyu Suparno Putro, warga Australia yang punya nama asli Andrew Smith. Hebatnya, pria yang akrab dipanggil Wahyu Bule oleh kru sinetron ini tampil dengan peran berbeda di setiap episode. Mulai dari pelukis, hansip serta bencong yang berkebaya. “Jiwa saya sudah di sini, saya tidak ada niat balik ke Australia, mudah-mudahan saya bisa menjadi warga negara Indonesia,” harapnya.
Bercerita kepada Bibir Plus, Wahyu mengatakan bahwa dia banting stir ke dunia hiburan karena sedang tak punya pekerjaan setelah diberhentikan dari kantornya di Jakarta. Dia sempat beberapa lama tinggal di Yogyakarta sampai punya orang tua angkat yang kemudian megganti namanya setelah masuk Islam. “Awalnya nama saya mau diganti dengan Muhammad, tapi saya menolak karena sebagian besar bule yang masuk Islam bernama Muhammad,” ujarnya. (Ad-240906/SCTV)
Sepenggal kesaksian spiritual itu seperti tak pernah bisa dilupakan pada ingatan lelaki kelahiran Skotlandia, 28 Juli 1963. Termasuk ketika berbincang santai kepada Republika yang menemuinya di sela-sela kesibukannya melakoni syuting sebuah program televisi di Jakarta, Senin (4/6) lalu.
Kenangan itu ibaratnya telah menjelma menjadi semacam sebuah napak tilas spiritual tertinggi bagi pemilik nama lahir Dale Andrew Collins-Smith. Ia antusias — walau kadang dengan berkaca-kaca — menceritakan kisah yang dilaluinya sekitar 12 tahun silam. Tepatnya, sekitar pada 1999 atau lima tahun setelah pengelanaannya ke Yogyakarta. Dale saat itu datang ke Yogyakarta dari Australia untuk mencari nafkah dari perusahaan kerajinan yang memekerjakan sedikitnya 700 karyawan.
Di Kota Gudeg itu, dia tinggal mengontrak bersama teman. Namun seiring waktu berjalan, dia kemudian bertemu dengan Soeparno. Soeparno ini adalah ayah beranak lima yang bekerja sebagai seorang satpam. Singkat cerita Dale ini kemudian diajak menetap bersama di rumah Soeparno sekaligus juga diangkat sebagai anak dari keluarga besar Soeparno.
Rumah Soeparno ini letaknya hanya sepelemparan batu saja ke arah masjid. Karena tak jauh dari masjid, tak mengherankan kalau setiap pagi suara adzan Subuh itu seperti meraung-raung di dekat daun telinganya. Rutinitas itu akhirnya membuat Dale selalu terbangun di pagi hari.
Bahkan setelah menetap cukup lama di rumah Soeparno itu, dia selalu terbangun 5-10 menit lebih awal dari adzan Subuh. ”Ini yang membuat saya heran,” katanya. ”Padahal sejak kecil saya tak pernah bisa bangun pagi, tapi di sana (Yogyakarta) saya mampu merubah pola hidup saya untuk bangun pagi.”
Di tengah proses menemukan ‘hidayah’, Dale yang telah menjadi yatim-piatu sejak usia 20 tahun itu kemudian mulai banyak bertanya-tanya tentang Islam. Hal-hal sederhana tentang Islam seperti sholat sampai puasa menjadi pertanyaan yang mengusik batinnya. Terkadang ia pun tak sungkan untuk bertanya kepada rekan-rekannya yang menganut Islam.
Pergaulan yang kian terjalin akrab dengan lingkungan Yogya itu ternyata melahirkan pula sebuah sikap toleransi beragama pada diri Dale. Ketika Ramadhan tiba dan rekan-rekannya berpuasa, dia seakan terpanggil untuk ‘ikut-ikutan’ berpuasa. ”Awalnya saya cuma ingin mengetahui saja seperti apa sih rasanya puasa,” kata dia. ”Tetapi setelah tahun ke dua atau ketiga di sana, puasa saya ternyata sudah full hingga puasa tahun kemarin,” sambungnya dengan penuh bangga.
Eksperimentasi dalam menjalani ibadah puasa maupun rutinitas bangun pagi menjelang adzan Subuh itu kemudian memberikan pula semacam perasaan tenang yang menjalar di dalam diri Dale. ”Saat itu saya merasa seperti sudah sangat dekat saja dengan orang-orang di sekitar saya,” katanya sambil mengaku pada fase tersebut dia sudah semakin fasih berbicara Indonesia.
Tak merasa cukup terjawab tentang Islam pada rekan sepergaulan, Dale kemudian memberanikan diri untuk bertanya kepada ketua pengurus masjid dekat tempatnya tinggal. Tapi sekali lagi, hasratnya untuk mengetahui Islam masih belum terpuaskan. Maka pada suatu ketika, bertemulah dia dengan seorang ustad bernama Sigit. Ustad ini masih berada satu kampung dengan tempat tinggalnya di kediaman Soeparno.
”Waktu saya ceritakan tentang pengalaman saya, dia malah berkata kepada saya,”Sepertinya malaikat mulai dekat dengan kamu’,” kata Dale menirukan ucapan Pak Sigit.
Mendengar ucapan itu, Dale merasakan seperti ada yang meledak-ledak di dalam dirinya. ”Semuanya seperti jatuh ke tempatnya,” kata dia menggambarkan situasi emosional dirinya ketika itu. ”Saat itu saya juga sudah bisa menangkap secara akal sehat tentang Islam,” ujarnya lagi. Ledakan yang ada di dalam diri itu kemudian membawa Dale terus menjalin hubungan dengan Pak Sigit. Dari sosok ustad itu, dia mengaku mendapatkan sebuah buku tentang Islam dan muallaf. Dan pada saat itu pula, niatnya untuk mempelajari sholat kian menggelora.
Di saat hasrat di dalam diri semakin ‘merasa’ Islam, Dale kemudian bertanya pada Soeparno. ”Saya merasa lucu karena sudah seperti merasa Muslim,” kata dia kepada Soeparno. ”Tetapi bagaimana caranya,” sambung dia kembali. Mendengar ucapan pria bule, Soeparno sangat terkejut. Lantas lelaki ini menyarankan agar Dale masuk Islam saja melalui bantuan Pak Sigit.
Lantas tidak membutuhkan waktu lama lagi, sekitar medio 1999, Dale Andrew Collins-Smith kemudian berpindah agama sekaligus berganti nama menjadi Wahyu Soeparno Putro. Dan, prosesi ‘hijrah’ itu dilakukannya di masjid yang mengumandangkan adzan Subuh dekat rumahnya. Yang dulu dianggap “mengganggu” tidurnya….
Dale Andrew Collins-SmithNama sekarang: Wahyu Soeparno PutroLahir : Skotlandia, 28 Juli 1963Pendidikan:Centre for the Performing Arts (Adelaide Australia)Victorian College of the Arts (Melbourne Australia)Profesi : Pemain Sinetron dan Presenter .( akb/riol )
Wahyu Bule Berharap Bisa Menjadi WNI : DI balik suksesnya sinetron “Toyib Minta Kawin”, ada sosok yang tak bisa dilepaskan begitu saja. Dia adalah Wahyu Suparno Putro, warga Australia yang punya nama asli Andrew Smith. Hebatnya, pria yang akrab dipanggil Wahyu Bule oleh kru sinetron ini tampil dengan peran berbeda di setiap episode. Mulai dari pelukis, hansip serta bencong yang berkebaya. “Jiwa saya sudah di sini, saya tidak ada niat balik ke Australia, mudah-mudahan saya bisa menjadi warga negara Indonesia,” harapnya.
Bercerita kepada Bibir Plus, Wahyu mengatakan bahwa dia banting stir ke dunia hiburan karena sedang tak punya pekerjaan setelah diberhentikan dari kantornya di Jakarta. Dia sempat beberapa lama tinggal di Yogyakarta sampai punya orang tua angkat yang kemudian megganti namanya setelah masuk Islam. “Awalnya nama saya mau diganti dengan Muhammad, tapi saya menolak karena sebagian besar bule yang masuk Islam bernama Muhammad,” ujarnya. (Ad-240906/SCTV)
Iga Mawarni : Memeluk Islam Karena Berdebat
Islam lebih Realistis
MALAM mulai turun di sebuah kamar kost di bilangan Depok, Jawa Barat, tahun 1993. Seorang perempuan cantik, hatinya bergejolak. Malam itu, seorang mahasiswi Sastra Belanda Universitas Indonesia (UI), baru saja berdiskusi antarteman, masing-masing mempertahankan pendapatnya. Sharing pendapat ini bukan hal baru dilakukan, tetapi sudah sering berlangsung.
Hingga akhirnya, perdebatan itu menyisakan kepenasaran dan melahirkan sebuah pemikiran logis. Di suatu malam itulah, wanita bersuara merdu itu harus mengambil sebuah keputusan penting dalam hidupnya. Perempuan yang dimaksud adalah artis penyanyi terkenal, Iga Mawarni, putri kelahiran Bogor, tetapi berdarah Solo. Lagu ‘e2′80′9dKasmaran’e2′80′9d sempat melambungkan nama Iga Mawarni di tahun 1991. Tanpa dipengaruhi orang ketiga, penyanyi bersuara jezzi ini, akhirnya memutuskan meninggalkan kepercayaan lamanya dan memeluk Islam dengan pendekatan rasional. Ia melakukannnya dengan sepenuh hati, tanpa emosi sedikit pun.
‘e2′80′9dTidak ada pengalaman khusus yang saya temui untuk pindah keyakinan ini, misalnya mendengarkan azan sayup-sayup lalu hati saya bergetar. Bukan peristiwa itu. Keyakinan mengkristal justru berangkat dari lingkungan di mana saya tinggal. Sebagai anak kost kami sering berdebat, ketika kami masih kuliah di UI,’e2′80′9d cerita Iga Mawarni mengenang masa lalunya, ketika dihubungi ‘e2′80′9dPR’e2′80′9d, Rabu (13/10), ia tengah berlibur di Yogyakarta bersama anaknya Rajasa (3.5).
Setelah berikrar memeluk Islam, persoalan pun muncul, terutama dari keluarganya. ‘e2′80′9dTadinya saya tidak ingin mengatakannya terus terang, tetapi semakin saya tutupi, justru perasaan bersalah saya muncul,’e2′80′9d desahnya.
Keputusan untuk berterus terang kepada kedua orang tuanya itu, bukan tanpa risiko. ‘e2′80′9dSemua orang tua pasti tidak rela anaknya berkhianat terhadap agamanya. Saya memakluminya ketika ayah dan ibu saya menjauhi saya. Saya harus kuat, Allah sedang menguji kekuatan saya saat itu. Dan saya berhasil menerima ujian itu,’e2′80′9d kata Iga sedikit tersendat.
‘e2′80′9dYang membuat saya terharu, ketika pikiran saya mengingat mereka sebagai orang tua yang telah melahirkan saya. Begitu kuat rasa hormat itu muncul, tetapi di sisi lain saya seperti memperoleh kekuatan yang maha dahsyat untuk tetap bersikukuh, berdiri berseberangan dalam menegakkan keyakinan. Tadinya ada keinginan, semoga apa yang telah saya lakukan ini ditiru lingkungan keluarga besarku di Solo, tetapi tentu itu tidak mudah, tetapi Alhamdulillah adik kandung saya, sejak dua tahun silam telah mengikuti jejak saya menjadi pengikut Muhammad saw.,’e2′80′9d kisah pengagum tokoh B.J. Habibie ini bahagia.
Dianggap tersesat
Konsekuensi memeluk Islam secara sadar, adalah perlakuan dari keluarga di Solo yang tidak lagi ramah. Hubungan komunikasi pun nyaris putus, bahkan suplai dana untuk biaya hidup di Jakarta dihentikan. ‘e2′80′9dPadahal saya butuh biaya untuk kuliah, skripsi, biaya hidup. Tetapi Tuhan selalu memberi jalan pada umatnya. Saat itu saya terus berdoa, semoga diberi kekuatan. Maka timbul ide untuk bekerja secara part time di Jakarta. Tawaran nyanyi juga mengalir meski tidak gencar. Dari sana saya semakin meyakini kebenaran itu selalu ada,’e2′80′9d tegas Iga.
Tujuh tahun, ia harus saling menjaga jarak dengan keluarga. Jika tidak dihadapi dengan kepala dingin, mungkin segalanya bisa porak poranda. Iga berhasil meredam semuanya dengan tanpa gembar-gembor. ‘e2′80′9dTujuh tahun saya lewati hari-hari saling menjaga perasaan, tidak pernah ada rasa gentar, atau takut. Saya pernah dianggap sebagai anak tersesat oleh keluargaku di Solo. Saya tetap menikmatinya sambil terus mempelajari kedalaman keyakinan saya lewat Alquran, buku-buku penunjang lainnya, sehingga saya mengetahui mana yang menjadi larangan dan mana yang dibolehkan,’e2′80′9d terang Iga.
Dalam pencarian memahami Islam itulah pada akhirnya ia dipertemuakan dengan seorang laki-laki yang kemudian menjadi suaminya sekarang, Charlie R. Arifin (pengusaha) yang satu ihwan. ‘e2′80′9dSaya bersyukur Tuhan mengutus laki-laki pendamping yang setia, saleh dan punya masa depan. Saat itu semakin teguh keyakinan saya memeluk Islam secara tulus ihlas.’e2′80′9d
Iga tak lagi sendiri mendirikan salat, atau berpuasa. Ia sudah menemukan imam dalam rumah tangganya. Bersama Charlie dan Rajasa, buah kasih mereka, terkadang melakukan salat berjamaah di rumah. Bila bulan Ramadan tiba, mereka melaksanakan salat tarawih di masjid raya. Dipilihnya Masjid At-Tien TMII Jakarta Timur, sebagai tempat salat terdekat dari rumah tinggalnya, di kawasan Jakarta Timur.
‘e2′80′9dSaat puasa tiba, sebenarnya bukan hal asing bagi saya. Karena ketika masih menganut Nasrani, ada juga instruksi mendirikan puasa. Saya juga suka melakukan puasa, hanya caranya yang berbeda,’e2′80′9d papar Iga yang mengaku semoga tahun ini ia bisa melaksanakan puasa dengan tanpa kekalahan yang berarti dan mendapat ampunan dosa-dosa dari Allah SWT. (Ratna Djuwita/’e2′80′9dPR’e2′80′9d)***
MALAM mulai turun di sebuah kamar kost di bilangan Depok, Jawa Barat, tahun 1993. Seorang perempuan cantik, hatinya bergejolak. Malam itu, seorang mahasiswi Sastra Belanda Universitas Indonesia (UI), baru saja berdiskusi antarteman, masing-masing mempertahankan pendapatnya. Sharing pendapat ini bukan hal baru dilakukan, tetapi sudah sering berlangsung.
Hingga akhirnya, perdebatan itu menyisakan kepenasaran dan melahirkan sebuah pemikiran logis. Di suatu malam itulah, wanita bersuara merdu itu harus mengambil sebuah keputusan penting dalam hidupnya. Perempuan yang dimaksud adalah artis penyanyi terkenal, Iga Mawarni, putri kelahiran Bogor, tetapi berdarah Solo. Lagu ‘e2′80′9dKasmaran’e2′80′9d sempat melambungkan nama Iga Mawarni di tahun 1991. Tanpa dipengaruhi orang ketiga, penyanyi bersuara jezzi ini, akhirnya memutuskan meninggalkan kepercayaan lamanya dan memeluk Islam dengan pendekatan rasional. Ia melakukannnya dengan sepenuh hati, tanpa emosi sedikit pun.
‘e2′80′9dTidak ada pengalaman khusus yang saya temui untuk pindah keyakinan ini, misalnya mendengarkan azan sayup-sayup lalu hati saya bergetar. Bukan peristiwa itu. Keyakinan mengkristal justru berangkat dari lingkungan di mana saya tinggal. Sebagai anak kost kami sering berdebat, ketika kami masih kuliah di UI,’e2′80′9d cerita Iga Mawarni mengenang masa lalunya, ketika dihubungi ‘e2′80′9dPR’e2′80′9d, Rabu (13/10), ia tengah berlibur di Yogyakarta bersama anaknya Rajasa (3.5).
Setelah berikrar memeluk Islam, persoalan pun muncul, terutama dari keluarganya. ‘e2′80′9dTadinya saya tidak ingin mengatakannya terus terang, tetapi semakin saya tutupi, justru perasaan bersalah saya muncul,’e2′80′9d desahnya.
Keputusan untuk berterus terang kepada kedua orang tuanya itu, bukan tanpa risiko. ‘e2′80′9dSemua orang tua pasti tidak rela anaknya berkhianat terhadap agamanya. Saya memakluminya ketika ayah dan ibu saya menjauhi saya. Saya harus kuat, Allah sedang menguji kekuatan saya saat itu. Dan saya berhasil menerima ujian itu,’e2′80′9d kata Iga sedikit tersendat.
‘e2′80′9dYang membuat saya terharu, ketika pikiran saya mengingat mereka sebagai orang tua yang telah melahirkan saya. Begitu kuat rasa hormat itu muncul, tetapi di sisi lain saya seperti memperoleh kekuatan yang maha dahsyat untuk tetap bersikukuh, berdiri berseberangan dalam menegakkan keyakinan. Tadinya ada keinginan, semoga apa yang telah saya lakukan ini ditiru lingkungan keluarga besarku di Solo, tetapi tentu itu tidak mudah, tetapi Alhamdulillah adik kandung saya, sejak dua tahun silam telah mengikuti jejak saya menjadi pengikut Muhammad saw.,’e2′80′9d kisah pengagum tokoh B.J. Habibie ini bahagia.
Dianggap tersesat
Konsekuensi memeluk Islam secara sadar, adalah perlakuan dari keluarga di Solo yang tidak lagi ramah. Hubungan komunikasi pun nyaris putus, bahkan suplai dana untuk biaya hidup di Jakarta dihentikan. ‘e2′80′9dPadahal saya butuh biaya untuk kuliah, skripsi, biaya hidup. Tetapi Tuhan selalu memberi jalan pada umatnya. Saat itu saya terus berdoa, semoga diberi kekuatan. Maka timbul ide untuk bekerja secara part time di Jakarta. Tawaran nyanyi juga mengalir meski tidak gencar. Dari sana saya semakin meyakini kebenaran itu selalu ada,’e2′80′9d tegas Iga.
Tujuh tahun, ia harus saling menjaga jarak dengan keluarga. Jika tidak dihadapi dengan kepala dingin, mungkin segalanya bisa porak poranda. Iga berhasil meredam semuanya dengan tanpa gembar-gembor. ‘e2′80′9dTujuh tahun saya lewati hari-hari saling menjaga perasaan, tidak pernah ada rasa gentar, atau takut. Saya pernah dianggap sebagai anak tersesat oleh keluargaku di Solo. Saya tetap menikmatinya sambil terus mempelajari kedalaman keyakinan saya lewat Alquran, buku-buku penunjang lainnya, sehingga saya mengetahui mana yang menjadi larangan dan mana yang dibolehkan,’e2′80′9d terang Iga.
Dalam pencarian memahami Islam itulah pada akhirnya ia dipertemuakan dengan seorang laki-laki yang kemudian menjadi suaminya sekarang, Charlie R. Arifin (pengusaha) yang satu ihwan. ‘e2′80′9dSaya bersyukur Tuhan mengutus laki-laki pendamping yang setia, saleh dan punya masa depan. Saat itu semakin teguh keyakinan saya memeluk Islam secara tulus ihlas.’e2′80′9d
Iga tak lagi sendiri mendirikan salat, atau berpuasa. Ia sudah menemukan imam dalam rumah tangganya. Bersama Charlie dan Rajasa, buah kasih mereka, terkadang melakukan salat berjamaah di rumah. Bila bulan Ramadan tiba, mereka melaksanakan salat tarawih di masjid raya. Dipilihnya Masjid At-Tien TMII Jakarta Timur, sebagai tempat salat terdekat dari rumah tinggalnya, di kawasan Jakarta Timur.
‘e2′80′9dSaat puasa tiba, sebenarnya bukan hal asing bagi saya. Karena ketika masih menganut Nasrani, ada juga instruksi mendirikan puasa. Saya juga suka melakukan puasa, hanya caranya yang berbeda,’e2′80′9d papar Iga yang mengaku semoga tahun ini ia bisa melaksanakan puasa dengan tanpa kekalahan yang berarti dan mendapat ampunan dosa-dosa dari Allah SWT. (Ratna Djuwita/’e2′80′9dPR’e2′80′9d)***
Monica Oemardi : Islam Agama yang Suci
BULAN suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh hikmah buat saya. Saat itu, saya memulai hidup baru sebagai seorang muslimah. Ini adalah hidayah Allah pada saya dan saya sangat mensyukurinya. Sekarang, saya semakin mantap dengan pilihan hati nurani saya itu. Saya siap lahir batin. Termasuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Saya ingin segera bisa menunaikan ibadah umrah. Insya Allah.
Nama saya Monica Oemardi, lahir di Jakarta, 24 tahun lalu. Papa saya berasal dari Blitar dan beragama Islam. Sedangkan mama berasal dari Cekoslowakia dan beragama Kristen Protestan. Mungkin, sebagian pembaca tak asing lagi dengan debut saya selama ini di dunia sinetron. Di antara sinetron yang telah saya bintangi adalah Delima, Takhta, Intrik, Warteg, Misteri Gunung Merapi, Angling Darma, dan lain sebagainya
Saya berasal dari keluarga Kristen Protestan yang cukup taat. Meskipun demikian, keluarga kami sangat demokratis dalam masalah agama. Setelah menikah, saya pindah agama ke Kristen Katolik, mengikuti suami saya yang pertama. Sebenarnya, agama Islam tak asing lagi bagi saya. Sebab, kebanyakan keluarga papa beragama Islam. Pada waktu kecil, pernah saya ikut-ikutan shalat Id pada Hari Raya Idul Fitri di Bandung. Walaupun hanya sekadar gerakan shalat saja, tapi kegiatan ritual itu sangatberkesan di dalam hati saya. Setelah shalat Id, saya jugs mengikuti nyekar (ziarah) ke makam leluhur papa dan mengikuti tahlilan.
Mulai Tertarik
Memang, saya sudah lama ingin masuk Islam, tepatnya sekitar bulan Februari-Maret 1998 lalu. Ketika itu, sahabat saya sesama artis, Vinny Alvionita dan Dian Nitami, mengunjungi saya di rumah kos. Ketika kami sedang asyik ngobrol, tiba-tiba terdengar suara azan magrib dari masjid sekitar rumah kos.
Sahabat saya, Dian Nitami yang muslimah itu, langsung ingin shalat. Tapi, terlebih dulu ia meminta izin kepada saya. Saya dan Vinny beringsut dari tempat duduk untuk menggelar sajadah, karena tempat kos memang sempit. Di dalam kamar kos yang kecil itu, saya perhatikan Dian ketika usai mengambil air wudhu, ia mengeluarkan mukenah putih, kemudian memakainya. Hal itu membuat saya terkesima dan berpikir, Islam itu amat suci, mau menghadap Allah harus menyucikan diri terlebih dulu. Saya amati terus saat Dian melakukan shalat. Hingga tiba-tiba dari mulut Saya terlontar permintaan kepada sahabat saya, Vinny, untuk mengajarkan saya tata cara shalat.
Tentu saja Vinny terkejut mendengar permintaan saya itu. Saya pun tak mengerti apa yang mendorong saya hingga melontarkan ucapan demikian. Dengan wajah tak percaya, Vinny memandangi saya. Saya disuruhnya mengulangi lagi permintaan saya tadi itu.
Mungkin Vinny tak percaya, karena selama ini saga tak pernah minta diajari shalat kepada teman-teman yang sering datang ke tempat kos saya. Tetapi, tiba giliran Dian yang shalat, saya malah minta diajari. irni mungkin hidayah bagi saya melalui kedua sahabat saya itu.
Sejak itu, Vinny memberi saya beberapa buku bacaan. Salah satunya berjudul, “Lentera Hati” yang ditulis oleh Prof. Dr. H. Quraish Shihab, MA. Setelah membaca buku tersebut, saya semakin terpukau dan mengagumi Islam. Saya pun semakin mendalami Islam lewat buku-buku yang diberikan Vinny, di samping bertanya kepada mamanya Dian Nitami dan keluarga Vinny.
Walaupun saya terus mempelajari Islam melalui bukubuku yang diberikan oleh Vinny, saya masih sering ke gereja. Bahkan, yang mengantarkannya adalah Vinny sendiri: Memang, dalam bersahabat kami saling menghargai, terutama coal agama. la pernah berpesan kepada saya bahwa tak ada paksaan dalam Islam. Kalau ingin masuk Islam, harus dengan pikiran dan hati yang bersih dan sesuai dengan hati nurani.
Hari demi hari, saya terus mempelajari Islam secara mendalam, hingga setelah tak ada keraguan sedikit pun di hati, pada bulan puasa, Januari 1998, hati saya semakin bergetar. Saya menunggu-nunggu kapan waktu yang tepat untuk memeluk Islam.
Gelora hati untuk memeluk Islam mengalahkan segala kesibukan dan persiapan untuk menyambut Hari Natal. Dulu, saya paling suka mempersiapkannya. Bahkan, sebulan sebelumnya saya sudah sibuk merapikan runah, mencari kado buat mama dan keluarga, dan selalu siap membantu mama mempersiapkan kue-kue Natal. Tetapi, pada saat itu, saga tak melakukan semua itu. Walaupun saya belum nmemeluk Islam, tapi saya sudah menjalani ibadah puasa.
Masuk Islam
Pada malam menjelang Tahun Baru, 31 Desember 1998 lalu, saya mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat dibimbing oleh Prof.Dr. H. Quraish Shihab di kediaman seorang pengusaha elektronik, Rachmat Gobel, di kawasan Jalan Saharjo, Jakarta Selatan, dalam acara buka puasa bersama.
Setelah membaca rukun Islam yang pertama itu, saya tak dapat menahan rasa haru, sehingga saya tak mampu lagi membendung air mata. Rasanya dada ini plong sekali, seperti bayi yang baru lahir. Jadi, tahun 1999 itu, buat saya, merupakan tahun untuk memulai “hidup baru” sebagai seorang muslimah.
Walaupun sudah resmi masuk Islam, tapi Pak Quraish Shihab dalam kesempatan itu, juga berpesan agar saya segera meresmikan status keislaman saya itu. Katanya, mengucapkan dua kalimat syahadat berkali-kali, tak apa-apa. Maka, pada hati Jumat tanggal 8 Desember 1999, dengan dilengkapi prosedur administratif, saya mengucapkan ikrar dua kaliniat syahadat di hadapan para saksi di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.
Mengetahui saya masuk Islam, mama sempat marah. Bukan apa-apa, tapi karena beliau ingin supaya saya dalam hidup ini mempunyai prinsip. Setelah saya jelaskan, beliau pun akhimya menerima keputusan saya itu. Beliau berpesan supaya saya benar-benar menjaga keislaman saya. Tidak simpang siur dan tidak boleh main-main.
Setelah masuk Islam, kehidupan saya terasa lebih tenang. Apalagi setelah perceraian dengan suami pertama yang membawa kabur anak saya, Antonius Joshua (6 tahun). Selama bulan suci Ramadhan tersebut, saya terus menjalankan ibadah puasa. Dan ternyata, puasa dengan dilandasi niat, berbeda sekali dengan puasa tanpa niat. Saya rasakan puasa tanpa niat itu terasa sangat berat. Jangankan menjalaninya, untuk bangun sahur saja berat sekali. Tapi, setelah masuk Islam, saya selalu membaca niat puasa setiap sahur, puasa pun menjadi terasa ringan.
Selama ini saya sahur sendiri. Anehnya, saya bisa dengan mudah terbangun, tanpa ada perasaan yang berat. Dan setelah sahur, saya tidak langsung tidur. Saya hidupkan teve dan mengikuti kuliah subuh. Dari siaran tersebut, saya banyak memperoleh masukan-masukan yang bermanfaat. Saya bertekad untuk menjadi muslimah yang baik, tentunya dengan diiringi doa para pembaca. Insya Allah. (Ages Salami Albaz)
Nama saya Monica Oemardi, lahir di Jakarta, 24 tahun lalu. Papa saya berasal dari Blitar dan beragama Islam. Sedangkan mama berasal dari Cekoslowakia dan beragama Kristen Protestan. Mungkin, sebagian pembaca tak asing lagi dengan debut saya selama ini di dunia sinetron. Di antara sinetron yang telah saya bintangi adalah Delima, Takhta, Intrik, Warteg, Misteri Gunung Merapi, Angling Darma, dan lain sebagainya
Saya berasal dari keluarga Kristen Protestan yang cukup taat. Meskipun demikian, keluarga kami sangat demokratis dalam masalah agama. Setelah menikah, saya pindah agama ke Kristen Katolik, mengikuti suami saya yang pertama. Sebenarnya, agama Islam tak asing lagi bagi saya. Sebab, kebanyakan keluarga papa beragama Islam. Pada waktu kecil, pernah saya ikut-ikutan shalat Id pada Hari Raya Idul Fitri di Bandung. Walaupun hanya sekadar gerakan shalat saja, tapi kegiatan ritual itu sangatberkesan di dalam hati saya. Setelah shalat Id, saya jugs mengikuti nyekar (ziarah) ke makam leluhur papa dan mengikuti tahlilan.
Mulai Tertarik
Memang, saya sudah lama ingin masuk Islam, tepatnya sekitar bulan Februari-Maret 1998 lalu. Ketika itu, sahabat saya sesama artis, Vinny Alvionita dan Dian Nitami, mengunjungi saya di rumah kos. Ketika kami sedang asyik ngobrol, tiba-tiba terdengar suara azan magrib dari masjid sekitar rumah kos.
Sahabat saya, Dian Nitami yang muslimah itu, langsung ingin shalat. Tapi, terlebih dulu ia meminta izin kepada saya. Saya dan Vinny beringsut dari tempat duduk untuk menggelar sajadah, karena tempat kos memang sempit. Di dalam kamar kos yang kecil itu, saya perhatikan Dian ketika usai mengambil air wudhu, ia mengeluarkan mukenah putih, kemudian memakainya. Hal itu membuat saya terkesima dan berpikir, Islam itu amat suci, mau menghadap Allah harus menyucikan diri terlebih dulu. Saya amati terus saat Dian melakukan shalat. Hingga tiba-tiba dari mulut Saya terlontar permintaan kepada sahabat saya, Vinny, untuk mengajarkan saya tata cara shalat.
Tentu saja Vinny terkejut mendengar permintaan saya itu. Saya pun tak mengerti apa yang mendorong saya hingga melontarkan ucapan demikian. Dengan wajah tak percaya, Vinny memandangi saya. Saya disuruhnya mengulangi lagi permintaan saya tadi itu.
Mungkin Vinny tak percaya, karena selama ini saga tak pernah minta diajari shalat kepada teman-teman yang sering datang ke tempat kos saya. Tetapi, tiba giliran Dian yang shalat, saya malah minta diajari. irni mungkin hidayah bagi saya melalui kedua sahabat saya itu.
Sejak itu, Vinny memberi saya beberapa buku bacaan. Salah satunya berjudul, “Lentera Hati” yang ditulis oleh Prof. Dr. H. Quraish Shihab, MA. Setelah membaca buku tersebut, saya semakin terpukau dan mengagumi Islam. Saya pun semakin mendalami Islam lewat buku-buku yang diberikan Vinny, di samping bertanya kepada mamanya Dian Nitami dan keluarga Vinny.
Walaupun saya terus mempelajari Islam melalui bukubuku yang diberikan oleh Vinny, saya masih sering ke gereja. Bahkan, yang mengantarkannya adalah Vinny sendiri: Memang, dalam bersahabat kami saling menghargai, terutama coal agama. la pernah berpesan kepada saya bahwa tak ada paksaan dalam Islam. Kalau ingin masuk Islam, harus dengan pikiran dan hati yang bersih dan sesuai dengan hati nurani.
Hari demi hari, saya terus mempelajari Islam secara mendalam, hingga setelah tak ada keraguan sedikit pun di hati, pada bulan puasa, Januari 1998, hati saya semakin bergetar. Saya menunggu-nunggu kapan waktu yang tepat untuk memeluk Islam.
Gelora hati untuk memeluk Islam mengalahkan segala kesibukan dan persiapan untuk menyambut Hari Natal. Dulu, saya paling suka mempersiapkannya. Bahkan, sebulan sebelumnya saya sudah sibuk merapikan runah, mencari kado buat mama dan keluarga, dan selalu siap membantu mama mempersiapkan kue-kue Natal. Tetapi, pada saat itu, saga tak melakukan semua itu. Walaupun saya belum nmemeluk Islam, tapi saya sudah menjalani ibadah puasa.
Masuk Islam
Pada malam menjelang Tahun Baru, 31 Desember 1998 lalu, saya mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat dibimbing oleh Prof.Dr. H. Quraish Shihab di kediaman seorang pengusaha elektronik, Rachmat Gobel, di kawasan Jalan Saharjo, Jakarta Selatan, dalam acara buka puasa bersama.
Setelah membaca rukun Islam yang pertama itu, saya tak dapat menahan rasa haru, sehingga saya tak mampu lagi membendung air mata. Rasanya dada ini plong sekali, seperti bayi yang baru lahir. Jadi, tahun 1999 itu, buat saya, merupakan tahun untuk memulai “hidup baru” sebagai seorang muslimah.
Walaupun sudah resmi masuk Islam, tapi Pak Quraish Shihab dalam kesempatan itu, juga berpesan agar saya segera meresmikan status keislaman saya itu. Katanya, mengucapkan dua kalimat syahadat berkali-kali, tak apa-apa. Maka, pada hati Jumat tanggal 8 Desember 1999, dengan dilengkapi prosedur administratif, saya mengucapkan ikrar dua kaliniat syahadat di hadapan para saksi di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.
Mengetahui saya masuk Islam, mama sempat marah. Bukan apa-apa, tapi karena beliau ingin supaya saya dalam hidup ini mempunyai prinsip. Setelah saya jelaskan, beliau pun akhimya menerima keputusan saya itu. Beliau berpesan supaya saya benar-benar menjaga keislaman saya. Tidak simpang siur dan tidak boleh main-main.
Setelah masuk Islam, kehidupan saya terasa lebih tenang. Apalagi setelah perceraian dengan suami pertama yang membawa kabur anak saya, Antonius Joshua (6 tahun). Selama bulan suci Ramadhan tersebut, saya terus menjalankan ibadah puasa. Dan ternyata, puasa dengan dilandasi niat, berbeda sekali dengan puasa tanpa niat. Saya rasakan puasa tanpa niat itu terasa sangat berat. Jangankan menjalaninya, untuk bangun sahur saja berat sekali. Tapi, setelah masuk Islam, saya selalu membaca niat puasa setiap sahur, puasa pun menjadi terasa ringan.
Selama ini saya sahur sendiri. Anehnya, saya bisa dengan mudah terbangun, tanpa ada perasaan yang berat. Dan setelah sahur, saya tidak langsung tidur. Saya hidupkan teve dan mengikuti kuliah subuh. Dari siaran tersebut, saya banyak memperoleh masukan-masukan yang bermanfaat. Saya bertekad untuk menjadi muslimah yang baik, tentunya dengan diiringi doa para pembaca. Insya Allah. (Ages Salami Albaz)
Langganan:
Komentar (Atom)
Pengikut
Arsip Blog
-
▼
2009
(28)
-
►
Agustus
(25)
- al furqon ( the lie furqan )
- jawaban untuk Nonmuslim dari alquran
- tanda tanda sahid pada zenazah air dan eko
- Amanda : Berawal Benci, Berakhir Cinta
- Naoko Kasai : Mengenal Islam Lewat Pergaulan
- Wahyu Soeparno Putro : Hidayah Adzan Subuh
- Iga Mawarni : Memeluk Islam Karena Berdebat
- Monica Oemardi : Islam Agama yang Suci
-
►
Agustus
(25)
Mengenai Saya
- www.mediaumatyg.blogspot.com
- blog ini bersumber dari berbagai situs islami yang terposting lewat milis mediaumat : dari voa-islam ,eramuslim , mediaumat , khilafah , syabab , arrisalah , arrahmah , hibut-tahrir