Assalamu alaykum warrohmatullahiwabarakatuh

Islam bangkitlah ...

Sabtu, 14 November 2009

Sejarah : Meluruskan sejarah Kapitan Ahmad `Pattimura’ Lussy

Sejarah : Meluruskan sejarah Kapitan Ahmad `Pattimura’ Lussy
Diarsipkan di bawah: Artikel, Kisah Islami, Mujahid, Pahlawan, Sejarah Indonesia — fisan @ 12:31 am
Sejarah Oleh : Redaksi 08 Jun 2004 – 9:00 am

Tokoh Muslim ini sebenarnya bernama Ahmad Lussy, tetapi dia lebih dikenaldengan Thomas Mattulessy yang identik Kristen.Inilah Salah satu contoh deislamisasi dan penghianatan kaum minor atassejarah pejuang Muslim di Maluku dan/atau Indonesia umumnya.
Nunu oliNunu seliNunu karipatuPatue karinunu
(Saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah beringin besar dansetiap beringin besar akan tumbang tapi beringin lain akan menggantinya(demikian pula) saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah batubesar dan setiap batu besar akan terguling tapi batu lain akanmenggantinya).

Ucapan-ucapan puitis yang penuh tamsil itu diucapkan oleh Kapitan AhmadLussy atau dikenal dengan sebutan Pattimura, pahlawan dari Maluku. Saat itu,16 Desember 1817, tali hukuman gantung telah terlilit di lehernya. Dariucapan-ucapannya, tampak bahwa Ahmad Lussy seorang patriot yang berjiwabesar. Dia tidak takut ancaman maut. Wataknya teguh, memiliki kepribadiandan harga diri di hadapan musuh. Ahmad Lussy juga tampak optimis.
Namun keberanian dan patriotisme Pattimura itu terdistorsi oleh penulisansejarah versi pemerintah. M Sapija, sejarawan yang pertama kali menulis bukutentang Pattimura, mengartikan ucapan di ujung maut itu dengan“Pattimura-Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura-Pattimuramuda akan bangkit”. Namun menurut M Nour Tawainella, juga seorang sejarawan,penafsiran Sapija itu tidak pas karena warna tata bahasa Indonesianyaterlalu modern dan berbeda dengan konteks budaya zaman itu.
Di bagian lain, Sapija menafsirkan, “Selamat tinggal saudara-saudara”, atau“Selamat tinggal tuang-tuang”. Inipun disanggah Tawainella. Sebab, ucapanseperti itu bukanlah tipikal Pattimura yang patriotik dan optimis.

Puncak kontroversi tentang siapa Pattimura adalah penyebutan Ahmad Lussydengan nama Thomas Mattulessy, dari nama seorang Muslim menjadi seorangKristen. Hebatnya, masyarakat lebih percaya kepada predikat Kristen itu,karena Maluku sering diidentikkan dengan Kristen.
Muslim TaatAhmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy, lahir di Hualoy,Seram Selatan (bukan Saparua seperti yang dikenal dalam sejarah versipemerintah). Ia bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang saat itudiperintah Sultan Abdurrahman. Raja ini dikenal pula dengan sebutan SultanKasimillah (Kazim Allah/Asisten Allah). Dalam bahasa Maluku disebutKasimiliali.

Menurut sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara, Pattimura adalah seorang Muslimyang taat. Selain keturunan bangsawan, ia juga seorang ulama. Data sejarahmenyebutkan bahwa pada masa itu semua pemimpin perang di kawasan Malukuadalah bangsawan atau ulama, atau keduanya.
Bandingkan dengan buku biografi Pattimura versi pemerintah yang pertama kaliterbit. M Sapija menulis, “Bahwa pahlawan Pattimura tergolong turunanbangsawan dan berasal dari Nusa Ina (Seram). Ayah beliau yang bernama AntoniMattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhirini adalah putra raja Sahulau. Sahulau bukan nama orang tetapi nama sebuahnegeri yang terletak dalam sebuah teluk di Seram Selatan”.
Ada kejanggalan dalam keterangan di atas. Sapija tidak menyebut Sahulau ituadalah kesultanan. Kemudian ada penipuan dengan menambahkan marga PattimuraMattulessy. Padahal di negeri Sahulau tidak ada marga Pattimura atauMattulessy. Di sana hanya ada marga Kasimiliali yang leluhur mereka adalahSultan Abdurrahman.

Jadi asal nama Pattimura dalam buku sejarah nasional adalah karangan dariSapija. Sedangkan Mattulessy bukanlah marga melainkan nama, yaitu AhmadLussy. Dan Thomas Mattulessy sebenarnya tidak pernah ada di dalam sejarahperjuangan rakyat Maluku.
Berbeda dengan Sapija, Mansyur Suryanegara berpendapat bahwa Pattimura itumarga yang masih ada sampai sekarang. Dan semua orang yang bermargaPattimura sekarang ini beragama Islam. Orang-orang tersebut mengaku ikutagama nenek moyang mereka yaitu Pattimura.
Masih menurut Mansyur, mayoritas kerajaan-kerajaan di Maluku adalah kerajaanIslam. Di antaranya adalah kerajaan Ambon, Herat, dan Jailolo. Begitubanyaknya kerajaan sehingga orang Arab menyebut kawasan ini dengan JaziratulMuluk (Negeri Raja-raja). Sebutan ini kelak dikenal dengan Maluku.

Mansyur pun tidak sependapat dengan Maluku dan Ambon yang sampai kinidiidentikkan dengan Kristen. Penulis buku Menemukan Sejarah (yang menjadibest seller) ini mengatakan, “Kalau dibilang Ambon itu lebih banyak Kristen,lihat saja dari udara (dari pesawat), banyak masjid atau banyak gereja.Kenyataannya, lebih banyak menara masjid daripada gereja.”
Sejarah tentang Pattimura yang ditulis M Sapija, dari sudut pandangantropologi juga kurang meyakinkan. Misalnya dalam melukiskan proses terjadiatau timbulnya seorang kapitan. Menurut Sapija, gelar kapitan adalahpemberian Belanda. Padahal tidak.
Leluhur bangsa ini, dari sudut sejarah dan antropologi, adalah homoreligiosa (makhluk agamis). Keyakinan mereka terhadap sesuatu kekuatan diluar jangkauan akal pikiran mereka, menimbulkan tafsiran yang sulit dicernarasio modern. Oleh sebab itu, tingkah laku sosialnya dikendalikankekuatan-kekuatan alam yang mereka takuti.

Jiwa mereka bersatu dengan kekuatan-kekuatan alam, kesaktian-kesaktiankhusus yang dimiliki seseorang. Kesaktian itu kemudian diterima sebagaisesuatu peristiwa yang mulia dan suci. Bila ia melekat pada seseorang, makaorang itu adalah lambang dari kekuatan mereka. Dia adalah pemimpin yangdianggap memiliki kharisma. Sifat-sifat itu melekat dan berprosesturun-temurun. Walaupun kemudian mereka sudah memeluk agama, namun secaragenealogis/silsilah/keturunan adalah turunan pemimpin atau kapitan. Darisinilah sebenarnya sebutan “kapitan” yang melekat pada diri Pattimura itubermula.
Perjuangan Kapitan Ahmad LussyPerlawanan rakyat Maluku terhadap pemerintahan kolonial Hindia Belandadisebabkan beberapa hal. Pertama, adanya kekhawatiran dan kecemasan rakyatakan timbulnya kembali kekejaman pemerintah seperti yang pernah dilakukanpada masa pemerintahan VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie). Kedua,Belanda menjalankan praktik-praktik lama yang dijalankan VOC, yaitu monopoliperdagangan dan pelayaran Hongi. Pelayaran Hongi adalah polisi laut yangmembabat pertanian hasil bumi yang tidak mau menjual kepada Belanda. Ketiga,rakyat dibebani berbagai kewajiban berat, seperti kewajiban kerja,penyerahan ikan asin, dendeng, dan kopi.

Akibat penderitaan itu maka rakyat Maluku bangkit mengangkat senjata. Padatahun 1817, perlawanan itu dikomandani oleh Kapitan Ahmad Lussy. Rakyatberhasil merebut Benteng Duurstede di Saparua. Bahkan residennya yangbernama Van den Bergh terbunuh. Perlawanan meluas ke Ambon, Seram, dantempat-tempat lainnya.
Perlawanan rakyat di bawah komando Kapitan Ahmad Lussy itu terekam dalamtradisi lisan Maluku yang dikenal dengan petatah-petitih. Tradisi lisan inijustru lebih bisa dipertanggung jawabkan daripada data tertulis dari Belandayang cenderung menyudutkan pahlawan Indonesia. Di antara petatah-petitih ituadalah sebagai berikut:
Yami PatasiwaYami PatalimaYami Yama’a Kapitan Mat LussyMatulu lalau hato SapambuineMa Parang kua KompaniaYami yama’a Kapitan Mat LussyIsa Nusa messeHario,Hario,Manu rusi’a yare uleu uleu `oManu yasamma yare uleu-uleu `oTalano utala yare uleu-uleu `oMelano lette tuttua murineYami malawan sua mena miyoYami malawan sua muri neyo(Kami PatasiwaKami PatalimaKami semua dipimpin Kapitan Ahmad LussySemua turun ke kota SaparuaBerperang dengan Kompeni BelandaKami semua dipimpin Kapitan Ahmad LussyMenjaga dan mempertahankanSemua pulau-pulau iniTapi pemimpin sudah dibawa ditangkapMari pulang semuaKe kampung halaman masing-masingBurung-burung garuda (laskar-laskar Hualoy)Sudah pulang-sudah pulangBurung-burung talang (laskar-laskar sekutu pulau-pulau)Sudah pulang-sudah pulangKe kampung halaman merekaDi balik NunusakuKami sudah perang dengan BelandaMengepung mereka dari depanMengepung mereka dari belakangKami sudah perang dengan BelandaMemukul mereka dari depanMemukul mereka dari belakang)
Berulangkali Belanda mengerahkan pasukan untuk menumpas perlawanan rakyatMaluku, tetapi berulangkali pula Belanda mendapat pukulan berat. Karena ituBelanda meminta bantuan dari pasukan yang ada di Jakarta. Keadaan jadiberbalik, Belanda semakin kuat dan perlawanan rakyat Maluku terdesak.Akhirnya Ahmad Lussy dan kawan-kawan tertangkap Belanda. Pada tanggal 16Desember 1817 Ahmad Lussy beserta kawan-kawannya menjalani hukuman mati ditiang gantungan.

Nama Pattimura sampai saat ini tetap harum. Namun nama Thomas Mattulessylebih dikenal daripada Ahmad Lussy atau Mat Lussy. Menurut MansyurSuryanegara, memang ada upaya-upaya deislamisasi dalam penulisan sejarah.Ini mirip dengan apa yang terjadi terhadap Wong Fei Hung di Cina. Pemerintahnasionalis-komunis Cina berusaha menutupi keislaman Wong Fei Hung, seorangMuslim yang penuh izzah (harga diri) sehingga tidak menerima hinaan dariorang Barat. Dalam film Once Upon A Time in China, tokoh kharismatik inidiperankan aktor ternama Jet Li.

Dalam sejarah Indonesia, Sisingamangaraja yang orang Batak, sebenarnya jugaseorang Muslim karena selalu mengibarkan bendera merah putih. Begitu pulaPattimura.Ada apa dengan bendera merah putih? Mansyur merujuk pada hadits Imam Muslimdalam Kitab Al-Fitan Jilid X, halaman 340 dari Hamisy Qastalani. Di situtertulis, Imam Muslim berkata: Zuhair bin Harb bercerita kepadaku, demikianjuga Ishaq bin Ibrahim, Muhammad bin Mutsanna dan Ibnu Basyyar. Ishaqbercerita kepada kami. Orang-orang lain berkata: Mu’adz bin Hisyam berceritakepada kami, ayah saya bercerita kepadaku, dari Qatadah dari Abu Qalabah,dari Abu Asma’ Ar-Rahabiy, dari Tsauban, Nabi SAW bersabda, “SesungguhnyaAllah memperlihatkan kepadaku bumi, timur dan baratnya. Dan Allahmelimpahkan dua perbendaharaan kepadaku, yaitu merah dan putih”.Demikianlah pelurusan sejarah Pattimura yang sebenarnya bernama KapitanAhmad Lussy atau Mat Lussy. Wallahu A’lam Bish Shawab.* (dari berbagaisumber)

Tidak ada komentar:

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
blog ini bersumber dari berbagai situs islami yang terposting lewat milis mediaumat : dari voa-islam ,eramuslim , mediaumat , khilafah , syabab , arrisalah , arrahmah , hibut-tahrir